EKSPOSKALTIM, Kutai Timur - Bagi Imam Maruf, salah satu warga ekonomi rendah di Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur ini tak pernah menyangka bakal mendapat cobaan berat dari sang maha kuasa dalam kehidupan keluarganya melalui derita sang anak. Kendati demikian, dia tetap berusaha keluar dari cobaan serta masalah yang dihadapinya, meski keadaan ekonomi tidak mendukung.
Dia sangat mengharapkan anak sulungnya Muhammad Nur Alim bisa sembuh dari penyakit tumor yang diderita di bagian kepala sejak tahun lalu. Dan hingga saat ini, belum mendapatkan penanganan yang tepat untuk penyembuhan sang anak karena terkendala dengan biaya operasi.
"Sudah setahun lebih mengalami penyakit tumor ini, tapi parahnya itu pas pertengahan puasa tahun ini saya langsung bawa ke Samarinda. Tau lah mas kalau ke Samarinda itu biaya transportasi aja pulang pergi (PP) sudah 600 ribu, sedangkan saya sendiri pekerja serabutan saja (Helper Tukang Bangunan. red), belum lagi biaya obat lainnya,"kata Imam, saat di temui di kediamannya, Jalan H Daeng Massese, Desa Suka Rahmat, Teluk Pandan Kabupaten Kutai Timur, Jum'at (8/7/2016).
Meskipun begitu, Imam terus berusaha mencari biaya untuk menyembuhkan anaknya yang duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar (SD) di SD 003 Kecamatan Bontang Barat, Kota Bontang tersebut. Demi kesembuhan si buah hati, ia bahkan rela melakukan pekerjaan apapun asalkan halal untuk mendapatkan biaya pengobatan Muhammad Nur Alim, atau yang di sapa Alim ini.
"Kalau jadi pekerja bangunan biasanya dalam satu hari dapatnya 100 ribu rupiah, itupun jarang juga saya dapat pekerjaan bangunan. Kadang saya lama nganggur di rumah baru kerja lagi. Itu aja yang saya kerja mas, bertani juga nggak," ungkapnya sembari memeluk anak bungsunya.
Imam berharap, bisa mengumpulkan biaya agar anaknya bisa mendapatkan pengobatan dan bisa sembuh secepatnya. Sehingga, sang anak dapat kembali bersekolah seperti teman-temannya yang lain.
"Saya selalu berdo'a mas, mudah-mudahan selalu dilancarkan mencari rejeki untuk anak saya bisa segera dioperasi. Karena saya juga kasihan melihat anak yang seumuran gini, sudah mendapat penyakit yang sangat berat. Saya sebagai orang tuanya sangat sedih, setelah mengetahui anak saya menderita penyakit tumor dikepala," cetusnya.

