PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Peringatan Harganas, DP2KB Bontang Terbaik Dalam Penerapan Akseptor KB se-Indonesia

Home Berita Peringatan Harganas, Dp2k ...

Peringatan Harganas, DP2KB Bontang Terbaik Dalam Penerapan Akseptor KB se-Indonesia
Kepala Dinas DP2KB Bontang, Bahtiar Mabe. (Dok.EKSPOSKaltim)

EKSPOSKALTIM.COM, Bontang – Puncak pelaksanaan Hari Keluarga Nasional  (Harganas) tahun 2020 di Bontang tertunda akibat pademi covid-19. Meski begitu gaung perayaan itu, tetap dilakukan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DP2KB) Bontang.

Hal ini terbukti dengan menggelar upacara apel pada 29 Juni lalu. Bukan itu saja, DP2KB Bontang juga ikut serta menyukseskan pemecahan rekor Muri Sejuta Akseptor KB se-Indonesia.

Baca juga: Pendaftaran PPDB Bontang Ditutup, Saparuddin: Maaf Karena Kuota Terbatas

“Hasilnya Bontang menjadi yang terbaik dalam penerapan itu,” kata Kepala DP2KB Bontang, Bahtiar Mabe, Senin (6/7/2020).

Bahtiar mengatakan, perayaan puncak Harganas belum bisa dipastikan kapan bisa digelar. Mengingat kondisi pandemik Covid -19 ini belum berakhir. Tetapi apabila situasi mulai membaik, perayaan itu akan dilaksanakan.

”Bisa saja di bulan Juli tapi diakhir. Bahkan bisa mundur. Tergantung kondisi pandemik Covid-19 apabila sudah membaik,” ungkapnya.

Dia menyampaikan, dalam puncak itu, akan dilaksanakan penerimaan hadiah. Mengingat sebelumnya sudah digelar berbagai perlombaan. Di antaranya, lomba Keluarga Berencana (KB) teladan, kampung KB dan sebagainya.

“Pada puncaknya nanti ada pengumuman pemenang lomba,” sebutnya.

Baca juga: Diminta Cari Pembeli Mobil, Warga Bontang Ini Malah Gelapkan Kendaraan

Harganas bertujuan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera. Kata dia, hal ini  yang terus dicanangkan pemerintah pusat sampai daerah. Ia berharap Bontang bisa mewujudkan itu. Meskipun di tengah pandemik, tetap mengikuti arahan pemerintah. Termasuk Keluarga Berencana (KB).

“Mengingat program Keluarga Berencana bukan hanya pelayanan Keluarga Berencana (KB) saja. Tetapi ada program peningkatan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Ia menyebutkan, ada empat pilar, yakni pertama; peningkatan kesejahteraan keluarga dan ini termasuk dalam upaya peningkatan pendapatan keluarga. Kedua; pelayanan KB. Ketiga; pembinaan bina balita, bina remaja, dan lansia. Keempat; pengaturan kelahiran dan pendewasaan usia perkawinan yang sekarang minimal 19 tahun. (adv)


Editor : Abdullah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :