04 April 2020
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Pemkab Bone Dinilai Belum Serius Antisipasi Corona


Pemkab Bone Dinilai Belum Serius Antisipasi Corona
Tim Satgas Percepatan Pencegahan Penularan Virus Corona (Covid-19) Kabupaten Bone saat hendak melakukan penyemprotan cairan disinfektan dibeberapa tempat dan fasilitas umum, Senin (23/3). (foto:bone.go.id)

EKSPOSKALTIM.com, Bone - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) dinilai belum serius dalam mencegah penularan virus Corona atau Covid-19.

Hal itu disampaikan Dewan Pengawas Wartawan Independen Bone (WIB), Budiman, kepada EKSPOSKaltim.com, Rabu (25/3/2020).

Baca juga: Pandemi Wabah Virus Corona, Dewan Pers Ajak Insan Pers Bersatu

Kata Budiman, ketidakseriusan Pemkab Bone itu dapat dilihat dengan tidak adanya posko pemeriksaan di wilayah perbatasan Kabupaten Bone.

Padahal menurutnya, beberapa daerah lain di Sulawesi Selatan seperti Sinjai, Soppeng dan Wajo, sudah melakukan itu.

“Kita takutkan ada yang bawa virus dari luar. Dengan adanya pemeriksaan di perbatasan, orang yang berpotensi suspect Corona langsung saja dibawa ke rumah sakit untuk dikarantina, jangan lagi dibiarkan masuk,” pungkasnya.

Ia berpendapat, upaya yang dilakukan Bone saat ini belum efektif dalam melindungi warganya dari Covid-19 ini. Jika sampai saat ini belum ada warga yang positif, katanya Bone hanya mujur saja.

Namun Budi pesimis kemujuran itu akan bertahan lama, apabila mobilisasi orang keluar masuk Bone masih bebas tanpa adanya pemeriksaan kesehatan di wilayah perbatasan .

Terlebih pelabuhan Bajoe sampai saat ini juga belum ditutup. Mobilitas orang yang keluar masuk Bone – Kolaka , Sulawesi Tenggara masih ramai.

Apalagi kata Budi, Sultra saat ini masuk zona merah penyebaran Covid-19. Berdasarkan data per 23 Maret 2020, ODP (Orang Dalam Pengawasan) virus Corona di Sultra mencapai 982 orang, PDP (Pasien Dalam Pengawasan) 12 orang, dan positif 3 orang.

“Jadi buat apa orang disuruh tinggal di rumah, sementara daerah perbatasan tidak ditutup, tidak ada pemeriksaan ketat. Bone ini masih aman, makanya yang harus diantisipasi orang dari luar yang bawa virus,” tegasnya.

Baca juga: AJI Desak Pemerintah Transparan dan Terbuka Soal Informasi Covid-19

Disamping itu, Budi juga menyoroti Kabupaten Bone yang sampai saat ini juga belum memiliki thermometer gun (alat pendeteksi suhu tubuh) atau alat pendeteksi dini Corona. Pun belum menyediakan ruang khusus untuk mengisolasi pasien suspect Corona.

Pemkab Bone hanya mengandalkan rumah sakit rujukan yang ditunjuk oleh pemerintah pusat. “Kalau ada yang suspect Corona, katanya harus dirujuk ke Makassar. Bagaimana kalau di RS tempat rujukan tersebut full atau tak mau menerima?,” imbuhnya.

Budi minta Pemkab Bone lebih serius lagi dalam melindungi warganya dari virus yang banyak menelan korban jiwa itu. “Saya katakan Bone saat ini belum siap hadapi Corona. Jika dianalogikan, Bone saat ini berperang dengan alat seadanya.”

“Saat ini kan sudah ada dana yang disiapkan Rp1,5 miliar untuk penanganan Covid-19 ini. Jadi gunakan itu dengan baik,” tandasnya.

Reporter : Abdullah    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%67%34%0%


Comments

comments


Komentar: 0