15 Desember 2018
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Siapkan SDM Abad 21, Tanoto Foundation Kenalkan Pendekatan MIKIR


Siapkan SDM Abad 21,  Tanoto Foundation Kenalkan Pendekatan MIKIR
Stuart Weston Direktur Program Pelita Pendidikan Tanoto Foundation memberikan sambutan pada Pelatihan Pembelajaran, MBS dan Budaya Baca untuk Fasilitator Daerah dan LPTK di Hotel Best Western Solo. (Istimewa/EKSPOSKaltim)

EKSPOSKALTIM.com - Sebanyak 176 peserta yang terdiri dari dosen, guru, kepala sekolah dan pengawas dari Kaltim dan Jateng ikut dalam Pelatihan Fasilitator Daerah dan LPTK Program Pelita Pendidikan di Hotel Best Western Solo, Jawa Tengah, 10 hingga13 September 2018.

Pada pelatihan tersebut, Tanoto Foundation memperkenalkan sebuah metode pendekatan yakni MIKIR, sebuah pendekatan agar pembelajaran mampu membangkitkan siswa memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk hidup di abad 21 yang makin kompleks.

Baca juga: Dewan Sepakat Tolak Jaringan Pipa Gas Kaltim-Kalsel

“Hidup zaman ini harus memiliki karakter dan keterampilan abad 21 yaitu kreatif dan inovatif, mampu bekerja dalam tim yang semakin multikultur, berpikir kritis dan mampu mengolah dan memanfaatkan limpahan kekayaan informasi untuk kehidupan sosial dan ekonomi,” ujar Affan Surya, Provincial Coordinator Program Pelita Pendidikan untuk Kaltim, di sela-sela pelatihan.

MIKIR merupakan singkatan dari Mengalami, Interaksi, Komunikasi dan Refleksi. Dengan menurunkan masing – masing kategori menjadi kegiatan di kelas, metode ini memudahkan guru membuat siswa menjadi lebih aktif, kreatif, percaya diri dan kritis selama pembelajaran berlangsung.

Untuk menjalankan MIKIR, guru harus mengintegrasikannya masing-masing kategori tindakan tersebut dalam skenario pembelajaran. “Jadi pembelajaran itu harus ada skenarionya. Itu seperti membuat film. Kalau tidak bagus skenarionya, pembelajaran menjadi tidak menarik bagi siswa. Tidak tercapai tujuannya. MIKIR memudahkan guru membuat skenario tersebut,” tegasnya lebih lanjut.

Affan menyayangkan banyak guru yang tidak membuat skenario dan rencana pembelajaran sebelum mengajar, dan seringkali datang ke sekolah hanya untuk memberikan ceramah.

“Pembelajaran dengan ceramah mematikan kesempatan siswa memiliki karakter dan keterampilan abad 21. Siswa harus daiajak terlibat dalam menemukan pengetahuan, sering berdiskusi agar tumbuh kemampuan bekerjasama dalam tim untuk memecahkan masalah, sering tampil ke depan agar pandai mengungkapkan gagasan dan percaya diri,” ujarnya lebih lanjut.

Pada hari ketiga ToT, para peserta menyebar ke beberapa sekolah untuk menerapkan skenario MIKIR yang telah disusun dan disimulasikan sehari sebelumnya.

Seperti yang dilakukan oleh Prof. Dr. Limbong Subagiyo, M.Si, Guru Besar FKIP Universitas Mulawarman Samarinda yang langsung ikut terjun mengajar menggunakan pendekatan MIKIR di SMP 3 Sragen Jateng. Agar siswa kelas Satu SMP yang diajarnya mengalami, mereka diajak melakukan percobaan membuat larutan teh, kopi, dan kapur untuk mengetahui perbedaan unsur, senyawa dan campuran.

Baca juga: Festival Mahakam 2018 Digelar Awal November

Mereka berdikusi dalam kelompok menjawab lembar kerja siswa dan mempresentasikan hasil temuan mereka. Untuk refleksi, para siswa diminta mengkritisi pembelajaran yang berlangsung. Apa yang masih kurang dan perlu ditambah.

Menurutnya konsep MIKIR yang mencoba diperkenalkan oleh Tanoto Foundation membuat pembelajaran di kelas akan jauh berbeda dengan yang selama ini dilakukan para guru yang isinya kebanyakan ceramah.

“Metode ceramah yang kebanyakan dilakukan para guru memang sudah harus ditinggalkan karena sudah tidak sesuai dengan kebutuhan menjawab tantangan abad 21. MIKIR ini pendekatan yang sangat baik, memperpraktis pendekatan-pendekatan yang ada,” ujarnya.

Direktur Program Pelita Pendidikan, Stuart Weston, yang sempat berkeliling meninjau praktik tersebut, berpesan agar para peserta yang akhirnya akan menjadi pelatih para guru di tempatnya masing-masing menerapkannya di sekolahnya sendiri terlebih dahulu.

“Buktikan di masing-masing sekolahnya agar menyempurnakan pengetahuan dan keterampilan yang sudah didapat disini,’ ujarnya.

Selain MIKIR para peserta juga dilatih mengelola kelas, membuat lembar kerja siswa yang bisa mengaktifkan siswa dan berbagai strategi pembelajaran lain. Sedangkan para kepala sekolah, pengawas dan juga dosen dari Universitas Mulawarman, IAIN Samarinda, Universitas Sebelas Maret dan UIN Walisongo, difasilitasi untuk lebih mendalami tentang manajemen sekolah yang lebih transparan dan akuntabel.

Video Kepala Adat Besar Kutai Timur Tolak Adanya Deklarasi #2019 Ganti Presiden

ekspos tv

Reporter : Endar    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0