24 September 2018
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Isran-Hadi Dilantik 27 September, DPRD Kaltim Siapkan Paripurna Istimewa


Isran-Hadi Dilantik 27 September, DPRD Kaltim Siapkan Paripurna Istimewa
Ketua DPRD Kaltim HM Syahrun saat wawancara dengan awak media. (EKSPOSKaltim/Muslim)

EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim terpilih, Isran Noor-Hadi Mulyadi dipastikan akan dilantik pada 27 September 2018 mendatang. DPRD Kaltim tengah menyiapkan pelbagai persiapan penyambutan pemimpin baru Benua Etam periode 2018-2023 tersebut.

Ketua DPRD Kaltim HM Syahrun menuturkan, ia sudah mendapat konfirmasi bahwa Isran-Hadi rencanya akan dilantik pada 27 September 2018 di Istana Negara. Pelantikan ini lebih cepat dari masa berakhirnya jabatan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, pada 18 Desember 2018. Pasalnya Awang maju nyaleg untuk DPR RI di Pemilu 2019 melalui Partai Nasdem. Setelah masuk DCT (Daftar Calon Tetap) pada tanggal 20 September 2018 secara otomatis kewenangannya sebagai gubernur sudah tidak ada lagi.

Baca juga: Tugas 3 Pansus Selesai, Dua Raperda Kaltim Disetujui Jadi Perda

Menurut Alung-sapaan akrabnya, sesuai Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur, usai pelantikan nantinya akan dilakukan paripurna istimewa penyambutan gubenur dan wakil gubernur baru di di hadapan legislatif, termasuk melakukan Serah Terima Jabatan (Sertijab).

“Nanti akan diserahkan oleh Awang kepada Isran-Hadi. Sertijab akan kita lakukan seminggu sesudah dilantik. Tapi bisa juga dipercepat, ini lagi dimatangkan persiapannya,” kata Alung, saat ditemui wartawan di ruangan kerjanya di Gedung D, DPRD Kaltim. Rabu (12/9).

Dalam Sertijab nanti, ujar Alung, Isran-Hadi akan melakukan pidato di DPRD Kaltim untuk menyampaikan program visi dan misi selama memimpin 5 tahun ke depan.

“Penyampain itu nantinya akan menjadi dasar kita untuk membuat RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah). Dan juga komitmen kepala daerah untuk mewujudkan janjinya terhadap pembangunan selama dia menjabat,” terangnya.

Ia menyatakan, sejak pelantikan oleh presiden nanti, Isran-Hadi sudah bisa langsung bertugas memimpin Kaltim. Masa jabatan Isran-Hadi, akan mengikuti sesuai dengan tanggal pelantikan tersebut pada lima tahun yang akan datang.

Baca juga: AJI Balikpapan Bakal Gelar Uji Kompetensi Jurnalis Secara Gratis

“Ya otomatis. Setelah dilantik, berlaku sudah. Sejak dilantik hingga 5 tahun ke depan. Jadi sejak dilantik, bukan sejak serah terima jabatan,” ucapnya.

Persoalan masa jabatan Gubernur Awang Faroek ini sempat menimbulkan perbedaan. Dalam pertemuan dengan media beberapa waktu lalu, Awang sampaikan ia akan lakukan serah terima jabatan pada 18 Desember, sesuai dengan masa akhir jabatan selama 5 tahun.

“Pak Gubernur kan mundur. Dengan SK Menteri atas nama Presiden, itu sudah final. Jadi tidak ada lagi kewenangan gubernur yang lama. Diberhentikan dengan Surat Keputusan (untuk Awang Faroek), dan diangkat dengan surat keputusan (untuk Isran-Hadi). Jadi, Pak Isran sudah mutlak bertugas sebagai gubernur (per hari setelah pelantikan),” katanya,” ucapnya.

Meski demikian, saat menunggu hingga 27 September tersebut, sampai saat ini masih belum ada kejelasan terkait siapa pengganti Awang Faroek di hari sejak 20 hingga 27 September mendatang. Terdapat kekosongan jabatan gubernur selama 7 hari. Soal ini, kata Alung, sepenuhnya menjadi keputusan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Bisa saja pak Awang diperpanjang beberapa hari hingga serah terima. Bisa saja Plh. Untuk serah terima (jabatan), saya kira itu tetap Gubernur (Awang Faroek). Bisa saja ada turun surat Kemendagri untuk perpanjang hingga serah terima,” tandasnya. (adv)

Video Kepala Adat Besar Kutai Timur Tolak Adanya Deklarasi #2019 Ganti Presiden

ekspos tv

Reporter : Muslim Hidayat    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0