PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Wali Kota Samarinda: Jangan Adu Domba Saya dengan Gubernur Kaltim

Home Berita Wali Kota Samarinda: Jang ...

Sejumlah pedemo terdengar meneriakkan nama Wali Kota Samarinda saat demonstrasi terhadap Gubernur Kaltim bertajuk "aksi damai 215".


Wali Kota Samarinda: Jangan Adu Domba Saya dengan Gubernur Kaltim
Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Foto: Beri.id

EKSPOSKALTIM, Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun membantah keterlibatannya dalam Aksi Damai 215 yang digelar di Samarinda, Kamis (21/5). Ia menegaskan narasi yang mengaitkan dirinya dengan aksi yang mengarah kepada Gubernur Rudy Mas'ud sebagai upaya mengadu domba.

Bantahan itu disampaikan Andi Harun menyusul beredarnya potongan video di media sosial yang menampilkan salah satu peserta aksi meneriakkan namanya di tengah unjuk rasa.

“Saya sudah menonton sejumlah konten video terkait berita Aksi Damai 215. Ada memang konten yang mencoba membelokkan narasi, jelas itu tidak bertanggung jawab, tidak memenuhi kaidah jurnalistik profesional, dan mengada-ada,” kata Andi Harun, ditulis Minggu (24/5). 

Menurut dia, potongan video yang beredar perlu dicermati secara utuh. Andi melihat ada indikasi pihak tertentu yang sengaja menggiring opini publik dengan memunculkan namanya di tengah aksi.

Ia mengatakan dari video yang beredar terlihat ada seseorang yang secara sadar mengarahkan pertanyaan kepada peserta aksi dengan menyebut namanya, lalu memancing respons spontan di lapangan.

“Saat dicermati, sepertinya memang ada orang yang sadar dan sengaja mengatur pertanyaan kepada peserta aksi mengenai nama saya,” ujarnya.

Andi Harun menilai upaya tersebut patut diduga sengaja diarahkan untuk membenturkan dirinya dengan Gubernur Kalimantan Timur.

“Patut diduga ini sengaja ingin mengadu domba saya dengan Pak Gubernur,” katanya.

Ia memastikan hubungan komunikasi dan koordinasi dengan Rudy Mas’ud berjalan baik, terutama dalam urusan pemerintahan dan pembangunan daerah.

Mantan legislator Kalimantan Timur itu juga mengaku percaya Gubernur akan melihat persoalan tersebut secara jernih dan tidak mudah terpengaruh narasi yang berkembang di media sosial.

“Kalau hal ini terjadi pada saya, tentu cara menganalisisnya sederhana, mencari siapa yang paling diuntungkan,” ujarnya.

Andi menegaskan dirinya tidak memiliki kepentingan dalam kegaduhan politik yang berkembang dan menolak jika aspirasi masyarakat kemudian dipolitisasi untuk menyerang pihak tertentu.

Baca juga : https://www.eksposkaltim.com/berita-16794-samarinda-tolak-pengalihan-bpjs-pemprov-kaltim-beri-klarifikasi.html

“Jangan dibelokkan menjadi isu politik, itu tidak benar. Saya sudah 30 tahun berada di dunia politik dan tidak pernah menggunakan cara-cara yang tidak intelek serta tidak fair dalam berpolitik,” katanya.

Meski demikian, Andi menegaskan tetap menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di ruang publik. Namun ia mengingatkan penyampaian aspirasi harus dilakukan secara tertib tanpa mengganggu persatuan dan kondusivitas daerah.

“Saya mengimbau penyampaian aspirasi tidak boleh mengganggu persatuan dan suasana kondusif daerah, karena itu adalah pondasi utama dalam menjalankan roda pemerintahan,” katanya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :