PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Tragedi Muara Kate, Janji Gubernur dan Wagub Baru Kaltim

Home Berita Tragedi Muara Kate, Janji ...

Tragedi Muara Kate, Janji Gubernur dan Wagub Baru Kaltim
Hampir empat bulan kasus pembunuhan Russell menyisakan teka-teki. Foto: Dok

EKSPOSKALTIM, Samarinda - Lima hari lagi, genap empat bulan sudah Tragedi Muara Kate. Hingga kini pembunuh pentolan warga penolak hauling di atas jalan negara Russell (60) belum juga tertangkap.

Baru-baru ini, Gubernur Kaltim Rudy Ma'sud mengonfirmasi bahwa ia akan melakukan safari ramadan ke Paser dan Penajam Paser Utara.

Namun, ketika ditanya mengenai penyelesaian konflik di Dusun Muara Kate, Rudy hanya menjawab bahwa dirinya belum pernah ke sana.

Kemudian ia mengarahkan pertanyaan kepada Wagub Kaltim, Seno Aji. Seno Aji pun menyatakan, “Kita belum turun langsung."

"Tapi yang pasti ini akan diselesaikan,” ujarnya usai safari subuh di  Masjid Raya Darusalam Samarinda. 

Kisruh Hauling

Konflik di Dusun Muara Kate semakin memanas seiring derasnya penolakan warga terhadap aktivitas truk batu bara di atas jalan negara. Penolakan ini menguat usai serangkaian insiden tragis.

Konflik awal bermula pada Mei 2024, ketika seorang pemuda bernama Teddy tewas akibat kecelakaan yang diduga merupakan tabrak lari oleh truk batubara. Jasad ustaz muda yang baru saja menikah ini ditemukan di tepi jalan kawasan Songka Batu Kajang.  

Insiden lain terjadi pada Oktober 2024. Menimpa seorang pendeta yang diduga dilindas oleh truk milik PT Mantimin Coal Mining. Truk batu bara ini tak kuat menanjak lalu menimpa Veronika yang berada di atas sepeda motor kawasan Marangit.    

Ketegangan mencapai puncaknya pada 15 November 2024, saat dua warga, Russell dan Anson, yang tengah berada di posko pemantauan, diserang oleh oknum tak dikenal. Serangan tersebut mengakibatkan kematian Russell dan luka serius pada Anson.

Kemarahan warga semakin menjadi-jadi dan mendorong warga untuk lebih aktif menolak penggunaan jalan umum oleh truk-hauling.

Aksi Protes Meluas

Merespons serangkaian insiden maut, warga setempat, terutama kelompok ibu-ibu, mulai menggelar aksi pengadangan truk batubara yang melintas di jalan raya Batu Kajang. Mereka menuntut agar perusahaan tambang menyediakan jalan khusus guna menghindari potensi kecelakaan serta menjaga keselamatan dan kelestarian infrastruktur.

Pihak kepolisian setempat, bekerja sama dengan aparat hukum, tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden penyerangan di posko pemantauan dan mengimbau agar pelaku segera diungkap dan ditindak tegas.

Sementara itu, para tokoh masyarakat dan organisasi hak asasi manusia terus mendesak agar konflik ini segera mendapatkan penyelesaian yang adil bagi seluruh pihak, guna mencegah semakin banyak korban yang jatuh akibat kecelakaan dan tindakan kekerasan.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%100%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :