PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Tiga Perempuan Hebat di DPRD Bontang

Home Berita Tiga Perempuan Hebat Di D ...

Tiga Perempuan Hebat di DPRD Bontang
Astuti, Satu dari tiga perempuan terpilih di DPRD Bontang.

EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Parlemen Bontang periode 2014-2019 kini dilengkapi tiga orang Kartini. Berbeda pada periode sebelumnya yang hanya ada seorang legislator perempuan, yakni Etha Rimba Paembonan.

Pengambilan sumpah dan janji jabatan anggota DPRD Bontang tersebut berlangsng pada Kamis (15/8/2019) pagi. Tambahan dua Kartini tersebut, yakni Sitti Yara dari PKB dan Astuti dari PPP.

Perempuan hanya menempati 3 kursi, dari 25 kursi di parlemen. Proporsinya tentu masih sangat kurang. Masih jauh dari angka 40 persen.

Usai seremoni pengukuhan diri sebagai anggota dewan, kepada awak media Astuti menyampaikan betapa perasaanya kini bercampur aduk. Antara gembira, dan tertantang dengan tugas bakal dia emban. "Kalau saya mau ungkapkan perasaan saya saat ini. Rasanya itu campur aduk," ujarnya.

Ditanya perihal agenda yang bakal dibawa ke parlemen. Tanpa ragu Astuti mengatakan bahwa ia bakal merongrong, memperjuangkan suara perempuan di parlemen.

"Karena saya perwakilan perempuan. Suara perempuan tentu akan sangat saya perjuangkan," tegasnya.

Menyadari perjuangan itu tak bisa dilakukan seorang diri. Astuti mengaku sangat siap untuk bekerja sama dengan legislator perempuan lainnya, yakni Etha Rimba Paembonan, dan Siti Yara.

Lebih jauh Astuti menjelaskan. Kendati dirinya masuk ke legislatif melalui daerah pemilihan (Dapil) Bontang Utara, namun bila bicara soal memperjuangkan suara perempuan, dia kini mengesampingkan dapil. Ia berbicara dalam konteks Kota Bontang.

"Kalau memperjuangkan suara perempuan. Saya sudah enggak bicara dapil, tapi kota (Bontang)," ungkapnya.

Kemudian disinggung konkret dukungan kepada perempuan. Astuti bilang bahwa dirinya tertarik merangkul majlis taklim yang ada di setiap kelurahan.

"Saya tertarik mendukung penuh pemberdayaan perempuan melalui majlis taklim. Karena di tiap keluahan ada," jelasnya.

Sementara itu, legislator perempuan lainnya, yang juga merupakan incumbent Etha Rimba Paemboan menuturkan. Lantaran dirinya merupakan petahana, pengalaman 5 tahun dibelakang ia pandang sebagai fase belajar, menyesuaikan diri, dan mencari tahu.

Sebabnya ia berharap, untuk masa lima tahun mendatang dirinya dapat menjadi legislator yang jauh lebih tajam, kritis, dan makin kreatif dalam berpikir.

"Karena sudah ada pengalaman (5 tahun sebelumnya) saya berharap semua sesuai ekspektasi. Dan mungkin bisa beyond expectation. Kita lihat saja," pungkasnya. (adv)


Editor : Abdullah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :