EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Unsur pimpinan DPRD Kaltim berencana menjadwalkan pertemuan dengan mahasiswa di Kaltim, untuk membahas polemic revisi UU MD3 pada 19 Maret 2018 mendatang.
Hal ini disampaikan anggota Komisi I DPRD Kaltim Jafar Haruna, saat menerima aspirasi aksi massa puluhan gabungan mahasiswa di Kota Samarinda, Senin (5/3).
“Dari hasil keputusan badan musyawarah yang kita rapatkan tadi pagi, bahwa unsur pimpinan telah sepakat akan menemui mahasiswa pada 19 Maret nanti,” kata Politi Partai Demokrat ini.
Baca: Ketua DPRD Kaltim Segera Ajukan Cuti Demi Kampanyekan Sofyan - Rizal
Jafar, yang juga Dosen di Universitas 17 Agustus dan Universitas Mulawarman ini menyatakan, siap untuk memperjuangkan aspirasi mahasiswa. Hanya saja, ia meminta agar para mahasiswa dapat menyuarakan aspirasinya dengan cara-cara yang baik.
Ketika disinggung soal revisi UU No. 17 Tahun 2014 tentang MD3 (MPR,DPR,DPRD, DAN DPD), menurut Jafar, adalah keputusan yang baik. Namun demikian, ketika ada gejolak di tengah masyarakat, tidak bisa dibiarkan saja tapi harus diterima aspirasinya.
“Kan ada 3 pasal yang dikeluhkan oleh mahasiswa ini. Ini yang diperjelas agar tidak salah paham. Apalagi inikan produk yang membuat di DPR RI. Jadi kami DPRD provinsi hanya menerima dan menyalurkannya saja kepada DPR RI nanti,” terangnya.
Baca: Mendagri Restui Gubernur Kaltim Cuti Kampanye
Apa yang akan disampaikan kepada DPR RI, kata Jafar, tergantung hasil keputusan dari pertemuan antara unsur pimpinan DPRD Kaltim dengan mahasiswa pada 19 Maret mendatang. Apakah menyetujui, atau meminta untuk dipertimbangkan lagi.
“Tapi yang jelas ini kan terjadi di seluruh Indonesia. Di Kaltim saja, di Kutim dan Penajam, masyarakat dan mahasiwa sudah menyoalkan ini,” tandasnya.
Ia berharap, meskipun terjadi polemic di tengah masyarakat, ia meminta agar semua pihak tidak gegabah. Ia menjamin, DPRD Kaltim akan mengikuti aturan dan mekanisme yang berlaku. Tidak anti kritik dan menjadi penyalur aspirasi masyarakat.
Aksi mahasiswa ini berlangsung sejak pukul 09.00 Wita dan berakhir pukul 12.00 Wita. Sempat berlangsung ketegangan antara mahasiwa dengan pihak aparat keamanan, ditengarai adanya provokator. (adv)
Tonton juga video-video menarik di bawah ini:
VIDEO: Kampanye Dialogis, Tafadal Disambut Antusias Ratusan Warga di 4 Desa Tellu Siattinge
ekspos tv
VIDEO: Sabu Seberat 43,4 Gram Asal Kaltim Gagal Beredar di Bone
ekspos tv
VIDEO: Bertepatan Imlek, KPU Bone Tolak Tim Umar-Madeng Sampaikan Aspirasi
ekspos tv

