EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Setelah ditetapkan jadi salah satu Kota yang akan segera menerapkan program bantuan pangan non tunai (BPNT). Jelang dilaunchingnya program peralihan bantuan sosial tersebut, Dinsos-P3M Bontang menjadwalkan Road Show (berkunjung) ke sejumlah Kecamatan dan Kelurahan.
Menurut Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-P3M), Abdu Safa Muha, Road Show perlu dilakukan mengingat banyak pejabat baru baik di kecamatan dan kelurahan yang menjabat pasca adanya rotasi jabatan beberapa waktu lalu.
Baca: Dinsos Bontang Kirim Dua Orang Gila ke Balai Besar Banjarbaru
"Ada roda rotasi pejabat, sehingga ada teman-teman yang baru di kecamatan dan kelurahan yang kemungkinan belum memahami struktur yang ada terkait BPNT. Kami akan jadwalkan untuk Road Show agar segera sampai informasinya dengan baik," kata Abdu Safa, belum lama ini, Jumat (3/8).
Kata dia, Road Show akan segera dilakukan guna memperkuat tata kelola yang ada di kecamatan. Utamanya terkait perubahan pola distribusi menjadi pola transaksi dan pendataan masyarakat, yang berhak menjadi penerima manfaat BPNT namun sampai saat ini belum menerima kartu.
"Kalau dulu, tim distribusi ada di kelurahan. Karena dengan BPNT beralih dari sistim distribusi menjadi pola transaksi, maka tim core mentok di kecamatan saja," bebernya.
Untuk itu, perlu pemahaman bila ke depan ada keluhan-keluhan itu menjadi tanggung jawab bersama. Utamanya terkait data keluarga penerima manfaat.
Berita terkait: BPNT Segera Diberlakukan, Dinsos P3M Bontang Ingatkan Masyarakat Soal Ini
"Data penerima menjadi tanggung jawab bersama, input datanya dari bawah mulai RT ke lurah ke kecamatan kemudian ke kota. Mekanisme perubahan data harus disertai dengan musyawarah tingkat kelurahan dan tingkat kecamatan," ungkapnya.
Intinya terkait data menjadi tugas kelurahan, kecamatan dan Dinsos. Mekanisme perubahan data baik karena meninggal dunia maupun karena dianggap telah mampu, atau karena hal lain perlu menjadi pemahaman bersama. Sehingga, tidak lagi terjadi masalah di kemudian hari.
"Jangan sampai saat musyawarah kelurahan ada ribut-ribut lagi, terkait pendataan masyarakat," imbuhnya. (adv)
Video Keindahan Pantai Sekrat Kutai Timur
ekspos tv

