EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-P3M) Kota Bontang, Abdu Safa Muha menyatakan saat ini arah kebijakan Pemerintah Kota Bontang sudah ada pada jalur yang benar (On The Track) menuju Kota Layak Anak yang sebenarnya.
Hal itu salah satunya dibuktikan dengan diraihnya kembali penghargaan Kota Layak Anak (KLA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KP3A) RI. Serta raihan dua penghargaan dikategori lain yakni Puskesmas Ramah Anak yang diperoleh Puskesmas Bontang Utara 2 Loktuan dan Sekolah Ramah Anak yang diperoleh SMKN 2.
Baca: Demplot Pupuk Kaltim Berhasil Tingkatkan Hasil Tani Jember Hingga 30 Persen
"Perlu diketahui parameter KLA itu bukan dari besar kecilnya kasus kekerasan, tapi berdasarkan jumlah penyelesaian kasus," kata Abdu Safa kepada media ini, Selasa (24/7/2018).
Kata dia, hal ini perlu diketahui jangan sampai ada anggapan yang beredar bahwa Bontang tidak layak meraih KLA karena tingginya temuan kasus. Namun justru dengan adanya temuan kasus, KLA itu dapat diraih. Sebab, Pemerintah Kota telah membuktikan hadir dalam setiap upaya penyelamatan dan penyelesaiannya.
"Ini bukti pemerintah selalu hadir, selain itu ini bukti masyarakat juga semakin cerdas, setiap ada kekerasan langsung melapor. Kalau dulu diam-diam aja, meninggalnya nggak tau, setelah olah polisi baru diketahui ada tindak kekerasan di sana," bebernya.
Lebih lanjut, Abdu Safa mengatakan kini masyarakat telah dimudahkan dengan akses untuk melapor yang mudah dan banyak. Kata dia, saat ini masyarakat bisa melaporkan malalui kelurahan kalau ada temuan, terlebih LK3 juga sudah ada sampai di tingkat kelurahan.
Baca: Pansus LKPj Soroti Perusda Kaltim
"Selain itu, tidak perlu pindah-pindah lagi kalau ada yang ditangani. Sebab kita sudah punya rumah singgah yang selalu bisa kita fungsikan secara maksimal saat diperlukan," ungkapnya.
Sebagai informasi, raihan tiga penghargaan tingkat Nasional untuk tiga katagori Kota Layak Anak ini merupakan hasil kerjasama tim lintas sektor OPD, namun Dinsos-P3M menjadi leading sektor utama melalui Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (adv)
Video Ratusan Massa Gelar Aksi Damai Tolak TKA di PLTU Teluk Kadere
ekspos tv

