Bontang, EKSPOSKALTIM - Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyoroti kawasan Kelurahan Kanaan yang dipenuhi rumput menjulang. Ia meminta lurah setempat, Salmon Kanaan Payung Allo, mengagendakan gotong royong bersama warga untuk membersihkan area tersebut.
“Saya paling pusing kalau lihat lapangan tanah itu rumputnya panjang. Pak lurah tolong diagendakan gerakan bersih-bersih. Saya berapa kali melewati lapangan tanah itu rumputnya tinggi betul,” kata Neni dalam sambutannya, Sabtu (16/8).
Menurut Neni, kawasan Kanaan memiliki potensi wisata yang perlu ditata. Keterlibatan masyarakat penting agar area itu tetap bersih dan nyaman dikunjungi. “Kalau bersih kan indah di pandang mata. Paling hanya menggunakan 1 liter bensin untuk mencukur rerumputan di lapangan,” ujarnya.
Ia menyinggung rumah adat Tongkonan yang menjadi ikon budaya di lokasi itu. Menurutnya, simbol budaya harus dijaga agar terlihat rapi dan menarik.
Neni juga mendorong pembangunan pujasera di sekitar kawasan, agar wisatawan maupun pendatang yang singgah di Bontang punya tempat berkumpul. “Kan ini luar biasa sekali, orang datang mengabadikan momen, tapi kalau misalkan tidak ada pujasera atau pusat budayanya orang malas ke sini, karena saat mereka berlibur pasti ada yang dicari,” tutur Neni.
Ia mencontohkan Bali, di mana hampir setiap sudut bisa menjadi ruang transaksi dan sumber penghidupan masyarakat. Pola itu, kata Neni, bisa diterapkan di Bontang.
Akhir sambutannya, Neni menegaskan upaya ini bagian dari visi pemerintah menjadikan Bontang sebagai kota wisata perkotaan (urban tourism) pada 2026.

