EKSPOSKALTIM, Bontang - Sebanyak enam Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kota Taman sudah terakreditasi Madya, yakni Puskesmas Bontang Lestari, Bontang Selatan I dan II, Bontang Utara I dan II, serta Puskesmas Bontang Barat.
Sebelumnya hanya terdapat tiga puskesmas yang menyandang predikat serupa, yakni Puskesmas Bontang Selatan I dan II, juga Puskesmas Bontang Utara I.
Namun, baru-baru ini, tiga puskesmas lainnya menyusul mendapat akreditasi madya usai tahap penilaian dilakukan September 2016 lalu oleh pihak Kemenkes RI.
Kepala Puskesmas Bontang Utara II Zulfadliansyah Nur mengatakan, untuk mencapai akreditasi tersebut banyak tahapan dan persyaratan yang harus dipenuhi, seperti manajemen infrastruktur dan pelaksanaan pelayanan.
“Berkasnya tebal. Karena ada lebih 700 dokumen yang kami siapkan,” ujar dia.
Sekedar diketahui akreditasi merupakan salah satu syarat untuk kerjasama pelayanan jaminan kesehatan nasional (JKN). Tanpa adanya JKN, pelayanan suatu puskesmas akan lumpuh.
“Karena saat ini pemerintah sudah menyampaikan ke semua masyarakat agar menggunakan jaminan kesehatan seperti BPJS, jadi sekarang serba jaminan kesehatan,” tuturnya.
Seiring meningkatnya status puskesmas, tentu pelayanan terhadap masyarakat juga ikut meningkat. Sejumlah upaya peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat turut dilakukan, baik upaya kesehatan perorangan, kefarmasian dan laboratorium, pengembangan dan jejaring pelayanan dan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) lainnya.
“Sebenarnya target kita kemarin akreditasi paripurna. Jadi, beberapa pelayanan juga ditingkatkan, seperti pelayanan masyarakat yang esensial dan lainnya, kinerja ini yang akan menjadi acuan dan juga menjadi penilaian,” tukasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Indriati As’ad mengatakan, akreditasi merupakan standar pelayanan nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang berlaku wajib di seluruh Indonesia, tak terkecuali Bontang.
“Kalau di Bontang sudah akreditasi madya semua,” jelas Indriati. Kata dia, indikator yang dinilai dalam akreditasi, mencakup Sumber Daya Manusia (SDM), pelayanan kesahatan, maupun obat-obatan. Dengan pelayanan yang ada saat ini, ia turut menyayangkan. Diketahui puskesmas-puskesmas di Bontang sebelumnya sudah pernah menggaet predikat juara tingkat nasional 2016 lalu.
“Secara logika karena sudah juara nasional, harusnya sudah akreditasi paripurna. Tapi kembali lagi itu tergantung dari penilaian oleh tim penilai,” pungkasnya

