EKSPOSKALTIM, Bontang – Pemerintah Kota Bontang memiliki tekat kuat untuk menghilangkan kesan kumuh di Kota Bontang. Berbagai program seperti sosialisasi, himbauan menjaga kebersihan, serta pembangunan fasilitas, terus digalakkan untuk keluar dari predikat Kota yang memiliki kawasan kumuh dan menjadikan Kota Bontang sebagai Green City, Smart City dan Creative City.
Walikota Bontang Neni Moerniaeni, didampingi Wawali Basri Rase serta rombongan dari SKPD, DPRD, Perusahaan dan beberapa elemen masyarakat yang ada di Kota Bontang, meresmikan program penataan lingkungan berbasis komunitas (PLP-BK) dan pencanangan program kota tanpa kumuh (Kotaku) di pulau Gusung, kawasan yang masih dikenal kumuh yang ada di Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara, Sabtu (28/5/2016).
Didepan para tokoh dan masyarakat pulau Gusung, Neni menghimbau agar masyarakat di pulau ini senantiasa menjaga kebersihan jika ingin daerah gusung ini tetap bertahan.
“Sebenarnya pulau Gusung itu adalah pulau buatan. Kalau saya tidak salah, riwayat pulau Gusung itu adalah hasil dari reklamasi pulau yang dibuang disini, dan jadilah sebuah pulau yang namanya pulau Gusung. Jadi dalam jangka waktu sekitar 25 tahun kedepan, pulau Gusung ini sudah tidak ada di Kota Bontang akibat dari emisi gas rumah kaca.”
Tak hanya itu kata Neni, dampak pemanasan global dan ulah tangan manusia yang sering membuang sampah sembarangan, akan berakibat cepat atau lambat pulau Gusung ini akan benar – benar hilang.
“Jika tidak ingin pulau gusung benar-benar hilang, maka kita harus benar-benar menjaga kebersihan. Jangan mengebom terumbu karang, dan jangan membuang sampah langsung ke laut,” ujar Neni
Neni juga menghimbau kepada seluruh warga pulau Gusung untuk benar – benar menjaga pulau dari bahaya erupsi, dengan cara memperbanyak menanam pohon mangrove di wilayah pesisir. Karena menurutnya, 1 pohon mangrove bisa menghasilkan 32000 O2.
Selain penanaman mangrove di kawasan pesisir, lanjut Neni menambahkan, pemerintah juga mencanangkan program tidak ada lagi pengguna plastik di Kota Bontang, dalam rangka mengurangi sampah plastik di lingkungan masyarakat.
“Pemerintah membuat aturan, jika ibu–ibu ingin pergi kepasar harus menggunakan keranjang belanjaan. Ini merupakan upaya pemerintah untuk mengurangi dampak emisi efek rumah kaca dan pemanasan global. Kalau kita tidak memperhatikan hal ini, pulau Gusung akan benar – benar tinggal kenangan,” tutup Neni

