EKSPOSKALTIM.COM, Bontang – Tepat di hari jadinya, Kamis (7/11/1017), Pupuk Kaltim (PKT) memanen 4 ribu ekor ikan kerapu di Demplot Keramba Jaring Apung (KJA). Ikan-ikan kerapu tersebut adalah hasil budidaya program creating shared value (CSV) PKT.
Dipimpin langsung Direktur Utama PKT Bakir Pasaman, jajaran direksi, manajemen perusahaan PKT, serta sejumlah awak media, iku serta dalam panen raya itu.
Bakir Pasaman menjelaskan, berdirinya Diplomat KJA tak lepas dari seorang pembisnis lobster asal Cilegon, Jabar. Kala itu, setahun silam, pembisnis itu mengajak PKT untuk bersama mengembangkan hasil laut.
Berita Terkait: 4 Dekade PKT, Bakir Pasaman: Kami Bakal Terus Berinovasi
PKT pun tertarik tawaran tersebut. Lantas menunjuk Sri Djuwani Ekowati, untuk memimpin CSV PKT. Sedangkan pekerjannya, memanfaatkan nelayan-nelayan Kota Taman.
Kini, menyaksikan langsung panen raya ini, Bakir kagum dan bangga dengan hasilnya. Apalagi, budidaya tersebut tidak banyak menggunakan alat-alat canggih.
“Di sini (Demplot KJA) cukup peralatan sederhana, tidak perlu mahal, namun bisa menghasilkan lobster ukuran besar,” tuturnya.
Lebih jauh, Bakir berharap, transaksi jual-beli dari hasil-hasil KJA ini, bisa dilakukan di pelabuhan atau Tempat Pelelangan Ikan terdekat. “Di pelabuhan, kita timbang ikannya dan kita bayar bea cukai khusus untuk kapal ekspor,” tambah Bakir.
Baca Juga: Anggota DPRD Kaltim Serap Aspirasi Masyarakat Bontang, Kutim dan Berau
Program CSV PKT ini, dia membebrkan, bertujuan untuk menjaga ekosistem laut. “Terimakasih kepada seluruh tim yang terlibat dalam pengembangan ini,” tandasnya.
Sementara itu, Sri Djuwani Ekowati menjelaskan, program budidaya ini bekerjasama dengan Koperasi Nelayan Bontang ETA Maritim. “Ikan kerapu yang kami panen ini jenis Kerapu Cantik. Total, ada sekira 4 ribu ekor atau setara 2 ton,” jelasnya.
Selain kerapu cantik, terang SRI, program CSV PKT juga membudidayakan ikan kerapu sunu, merah, cantrang, lobster berbagai jenis dan beberapa jenis biota laut lainnya. (adv)

