EKSPOSKALTIM, Mahulu - Puskesmas Apung Mahulu melakukan penyuluhan kesehatan dan pengobatan di Kampung Long Melaham, Kecamatan Long Bagun, Kamis (30/3) malam.
Penyuluhan kesehatan ini merupakan bagian program Pemkab Mahulu yang sudah berjalan sejak tahun lalu. Diketahui penyuluhan terbagi atas dua jenis, yakni penyuluhan trip pendek dan trip panjang. Trip pendek sendiri merupakan proses penyuluhan antar kampung yang memakan waktu kurang lebih tujuh hari.
Sedangkan penyuluhan trip panjang, yakni penyuluhan antar kampung memakan waktu yang sedikit lama dari trip pendek kurang lebih 14 hari.
"Lingkup trip pendek hanya pada kampung terdekat saja dari pusat Kabupaten Mahulu. Satu kampung dijangkau waktu sehari semalam. Malamnya kita penyuluhan dan pemeriksaan Ibu hamil, siangnya kita lakukan pengobatan," kata Ignatius Erik Dwi Wahyudi, Dokter Umum, yang ikut dalam penyuluhan ini.
Kedepannya, penyuluhan trip pendek ini rencananya akan dilakukan di beberapa kampung, antara lain Long Melaham, Batu Majang, Long Bagun Tengah, dan Ujoh bilang.
Mengenai materi penyuluhan, Yudi menerangkan setiap kampungnya berbeda-beda, sesuai dengan tingkat penyakit yang dominan di kampung tersebut, seperti malaria dan bahaya rokok. "Materinya kita sudah siapkan sebelum lakukan penyuluhan sesuai tingkat penyakit di kampung,” kata dia.
Perlu diketahui untuk trip pendek dan panjang ini menurunkan sebanyak 16 orang tim, termasuk dokter, bidan, perawat, bagian obat-obatan juga dibantu puskesmas pembantu (pusri) setempat.
Meski begitu, tak jarang dalam melakukan penyuluhan, tim penyuluh kerap menemui warga kampung yang kurang antusias. "Biasanya sebelum penyuluhan petinggi sudah menyampaikan ke masyarakat. Tapi kadang ketika penyuluhan masyarakat hanya sedikit datang, ini juga salah satu kendala kita untuk melakukan penyuluhan," tukasnya.
Yudi menambahkan, selain antusiasme masyarakat, juga ada beberapa kampung yang sulit dijangkau lantaran kampung tersebut berada di anak sungai Mahakam, seperti kampung matalibak dan Long gelawang.
"Ketika air sungai surut, speedboat atau longboat tidak bisa menjangkau kampung ini karena airnya terlalu dangkal. Sejauh ini kita melakukan penyuluhan, juga belum bisa menjangkau Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari, karena harus melalui riam sungai dan kapal tidak menjamin. Rencananya tahun ini kita juga mulai lakukan penyuluhan kesana," pungkasnya. (adv)

