PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Pacu Produktifitas Kerja Tanpa Narkoba

Home Berita Pacu Produktifitas Kerja ...

Pacu Produktifitas Kerja Tanpa Narkoba
Aulia Rahman Rindani, SKM (Staff BNNP Kaltim)

EKSPOSKALTIM, Samarinda - Dalam rilis survey nasional prevalensi penyalahgunaan narkoba pada kelompok rumah tangga 2015 lalu, diketahui ada 4.098.029 orang atau 2,20 persen dari total penduduk Indonesia yang terjebak dalam penyalahgunaan narkotika. Sementara data dari Deputi Bidang Rehabilitasi BNN, mereka yang terlayani dalam proses pemulihan baru sekitar 21.834 orang, dengan jumlah terbanyak di kelompok usia 21-35 tahun.

Dari data kuantitatif ini bisa disimpulkan kelompok usia produktif menjadi target para pengedar narkoba. Bukan hal mengejutkan, mengingat kelompok usia ini sangat rentan dengan tingkat stress yang tinggi demi memenuhi tuntutan hidup. Kondisi serupa juga dialami oleh Kaltim, di mana berdasar sumber kepolisian, khusus di sektor pekerja swasta pada 2014 melibatkan 659 orang. Angka ini kemudian meningkat di tahun berikutnya menjadi 933 orang.

Sementara berdasar jenis narkoba yang digunakan, ganja masih menjadi nomor satu dengan 25 persen, diikuti sabu 12 persen, ekstasi dan tramadol 5 persen dan narkoba lain kurang dari 4 persen. Pengguna pria juga diketahui lebih banyak dari kaum perempuan.

Beberapa penyebab terus meningkatnya penyalahgunaan narkoba ini bisa diakibatkan minimnya pemahaman tentang zat berbahaya ini. Kemudian beban kerja yang diikuti stress sehingga kerap menjadikan narkotika sebagai pelariannya, serta pengaruh pergaulan.

Baca: Perkuat Pencegahan Narkoba, BNNP Kaltim Gandeng PT Berau Coal

Untuk mencegah dan menghindarinya, disarankan seorang pekerja untuk tidak pernah mencoba-coba dengan alasan apapun kecuali rekomendasi medis. Mempertebal iman dan mengedepankan rasio ketimbang emosi. Selesaikan permasalahan bukan menghindari, dan tak sungkan untuk berkonsultasi dengan para ahli. Memilih lingkungan yang aman, menyibukkan diri dengan kegiatan positif saat mengisi waktu senggang, selalu berusaha bertindak dan berfikir sebagai pribadi yang baik.

Selain itu untuk mencegah masuknya narkotika di lingkungan sekitar, teruslah berusaha untuk saling mengingatkan. Mengingatkan diri sendiri bahwa penyalahgunaan narkoba akan berimplikasi pada proses hukum. Tekankan juga bahwa narkoba dapat merusak kerja otak dan masalah kesehatan lainnya akan terganggu.

Melihat perkembangan kasus narkoba yang kian meningkat, upaya pencegahan tentu menjadi hal yang mutlak dilakukan. Dalam upaya ini, BNN tidak akan mampu menanganinya sendiri, diperlukan adanya peran serta seluruh elemen masyarakat. Termasuk dalam dunia usaha, dengan membentuk satuan tugas atau penggiat anti-narkoba, yang secara aktif memberikan pengertian dan pemahaman tentang bahaya yang menyertainya. Pencegahan juga perlu dilakukan secara sinergi, terintegrasi dan berkesinambungan, bekerjasama dengan elemen-elemen lainnya. Dengan langkah antisipasi yang tersinergi dengan baik dan melibatkan seluruh komponen masyarakat, diharapkan Indonesia dapat keluar dari status darurat narkoba. (adv/*/rz)

Oleh : Aulia Rahman Rindani, SKM (Staff BNNP Kaltim)

Tonton juga video-video menarik di bawah ini:

VIDEO: Cycling Tour Semarakkan Erau Pelas Benua Kota Bontang

ekspos tv

VIDEO: Diskominfotik Bontang Dapat Kunjungan dari Komisi Informasi Kaltim

ekspos tv

VIDEO: Pembukaan Pesta Laut Bontang Kuala 2017

ekspos tv


Editor : Maulana
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :