EKSPOSKALTIM, Bontang – Salah satu penjual di Indoniaga, Siti Aisyah (40) mengeluhkan kurangnya pembeli di tahun 2015-2016 ini, di karenakan omzet penjualan yang ia dapatkan menurun dibanding tahun 2014 lalu akibat banyaknya perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Kalau sekarang omset tiap bulannya sih, Alhamdulillah sekitar Rp 20 juta, tapi itu tidak setiap bulan saya mendapatkan segitu. Kalau rame ya bisa sampai Rp 25 hingga 30 juta. Tapi sayangnya tahun ini agak sepi tidak seperti tahun 2014, masuk di tahun 2015-2016 sangat sepi, ada sih dapat tapi tidak seperti biasanya karena perusahaankan banyak pengurangan pegawai, itu menjadi salah satu penyebab sepinya pengunjung,” katanya kepada Eksposkaltim, saat ditemui di tempat usahanya, Jalan Agus Salim, Kelurahan Berbas Pantai, Kecamatan Bontang Selatan, (24/5/16)
Siti Aisyah sudah berjualan di Indoniaga selama 10 tahun, ia memulai usaha berdagang oleh–oleh khas kalimantan dengan modal awal berupa pinjaman dari Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disprindakop) dan PT Pupuk Kaltim.
“Saya berjualan di sini sudah 10 tahunan, pertama kali membuka usaha ini dengan modal Rp 5 juta, pinjaman dari Dinas Disprindakop dan PT Pupuk Kaltim,” ungkap wanita kelahiran Kota Samarinda ini.
Dia menjual oleh – oleh khas kalimantan, seperti manik – manik, perhiasan berupa kalung, gelang, anting , dan baku getah nyatu serta batik khas kalimantan.
“Disini banyak oleh–oleh yang di jual, seperti manik–manik, cincin permata, topi tapungpek dari dayak, songkok dari daerah bugis bone, batik dari Kalimantan serta hiasan–hiasan dinding dari bahan kayu dan guci pun ada,” ujarnya
Siti pun berharap kepada pemerintah, agar lebih memperhatikan para pedagang khususnya para penjual oleh–oleh khas Kalimantan, agar bisa mengenalkan budaya Kalimantan khususnya Kota Bontang sebagai salah satu penghasil oleh–oleh terbaik.
“Saya mengharapkan adanya perhatian khusus dari pihak pemerintah, agar usaha seperti kami ini bisa dikembangkan. Dikenalkan kepada masyarakat, baik turis lokal maupun mancanegara. Kan bagus juga selain menaikkan omset kami, juga bisa mengenalkan hasil karya - karya putra daerah sendiri,” tutupnya.
Sebagai kota yang memiliki ragam suku dan budaya, Kota Bontang juga memiliki tempat oleh – oleh khas Kalimantan. Salah satu tempat oleh – oleh yang ada di Kota Bontang adalah Indoniaga, dimana kita bisa mencari bahan–bahan kerajinan maupun kain khas Kalimantan.

