PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Nelayan Kepiting Keramba Merugi karena Minyak Mentah

Home Berita Nelayan Kepiting Keramba ...

Nelayan Kepiting Keramba Merugi karena Minyak Mentah
Nelayan keramba memperlihatkan kepiting yang mati karena terpapar minyak mentah. Sedianya kepiting ini hendak diekspor ke luar negeri. (EKSPOSKaltim/Hendra Kashva)

EKSPOSKALTIM.com, Balikpapan - Tumpahan minyak mentah di teluk Balikpapan mulai masuk ke muara sungai Kariangau meski proses pembersihan terus dilakukan. Kondisi ini turut mencemari keramba yang berisi kepiting milik nelayan.

Nelayan keramba kepiting, Rustam mengatakan, banyak kepiting keramba miliknya bersama kelompok nelayan lainnya mati karena terpapar minyak mentah.

Baca: Bukan MFO, Teluk Balikpapan Dicemari Minyak Mentah

"Kepiting yang hidup pun tidak bisa dijual lagi karena terkontaminasi minyak, kalau nekat dijual juga ya kita kena protes pembeli," kata Rustam, Kamis (5/4/2018).

Kondisi itu dirasakan Rustam sejak Sabtu sore atau pada 31 Maret lalu ketika awal minyak mentah berada di permukaan teluk dan terbakar.

"Ya, pasti rugi tapi saya tidak bisa kalkulasikan jumlah kerugian. Yang jelas saat kejadian itu ada hampir 1 ton dalam keramba yang jumlahnya 45 unit ini," ungkapnya.

Bahkan kepiting miliknya itu dalam kondisi siap panen. "Memang tidak semua mati, cuma yang hidup pun kalau dijual harganya sangat rendah karena kepitingnya berminyak," tukasnya.

Dirinya berharap mendapatkan bantuan dari pemerintah karena hingga kini produksi kepiting keramba miliknya terhenti. Mengingat kepiting dari usaha bersama Kelompok Sumber Bahagia ini juga diekspor ke luar daerah dan mancanegara.

"Biasa kami ekspor ke Sanghai, Hongkong dan Singapura. Kalau dalam kondisi seperti ini, ya bagaimana mau dikirim," keluhnya.

Baca: Aktivis Lingkungan : Gugat Penumpah Minyak di Teluk Balikpapan

Sementara itu, berdasarkan citra satelit, minyak mentah milik Pertamina itu sudah mencakup 7 ribu hektare perairan teluk Balikpapan. Citra satelit itu direkam Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion atau P3E Kalimantan.

"Luasan yang terdampak terbentang dari Balikpapan dan Penajam Paser Utara dengan panjang pesisir sekitar 60 kilometer," ucap Kepala P3E Kalimantan, Tri Bangun L. Sony sembari memperlihatkan foto satelit melalui telepon selulernya.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga sedang menghitung ganti rugi akibat minyak mentah di teluk. "Tim masih bertugas sejak Minggu kemarin dan tuntutan perdata ditangani tim KLHK," pungkasnya.

Sebelumnya, Pertamina mengakui bahwa minyak mentah yang tumpah di teluk Balikpapan berasal dari pipa bawah laut yang patah dan bergeser 100 meter. Kasus yang menjadi sorotan nasional ini tengah ditangani Polda Kaltim.

Tonton juga video menarik di bawah ini:

VIDEO: Lembaga Adat Besar Kutim Sambangi PT Indominco

ekspos tv


Editor : Abdullah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :