PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Mati Listrik Samarinda Diklaim PLN Tak Terkait Korupsi Batu Bara

Home Berita Mati Listrik Samarinda Di ...

Di tengah beredarnya spekulasi bahwa pemadaman listrik bergilir di Samarinda berkaitan dengan dugaan korupsi pasokan batu bara yang sedang disidik Polri, PLN akhirnya memberikan klarifikasi langsung kepada DPRD. 


Mati Listrik Samarinda Diklaim PLN Tak Terkait Korupsi Batu Bara
Ilustrasi panel sistem kelistrikan. PLN memastikan pemadaman bergilir di Kota Samarinda murni akibat pemeliharaan komponen secara berkala dan tidak berkaitan dengan isu-isu non-teknis di luar. Ekspos/Sintya

EKSPOSKALTIM, Samarinda – Penyebab pemadaman listrik bergilir yang beberapa hari terakhir dikeluhkan warga Samarinda mulai menemukan titik terang. PLN mendatangi DPRD Samarinda pada Rabu (8/7/2026) untuk memberikan penjelasan resmi sekaligus meluruskan berbagai spekulasi yang berkembang di masyarakat.

Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, mengatakan kedatangan PLN merupakan bentuk silaturahmi sekaligus penyampaian permohonan maaf kepada masyarakat atas pemadaman bergilir yang terjadi belakangan ini.

Dalam pertemuan tersebut, PLN menjelaskan bahwa pemadaman dilakukan karena adanya gangguan teknis yang membutuhkan proses perbaikan dan pemeliharaan sistem kelistrikan.

"Mereka menjamin setelah ini sekitar tanggal 13 Juli ini mungkin tidak ada lagi pemadaman bergilir. Mudahan tidak meleset," ujar Samri.

Belakangan, pemadaman yang terjadi di sejumlah wilayah Samarinda memunculkan berbagai spekulasi. Salah satunya mengaitkan gangguan listrik dengan kasus dugaan korupsi pengadaan pasokan batu bara untuk PLTU periode 2018–2026 yang saat ini tengah disidik Kortastipidkor Polri.

Dugaan tersebut muncul setelah penyidik menyebut kasus itu diduga berkontribusi terhadap terjadinya blackout atau pemadaman listrik di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk sebagian Kalimantan.

Namun Samri menegaskan isu tersebut tidak pernah menjadi pembahasan dalam pertemuan dengan PLN.

"Tadi kita tidak membahas itu dan tidak ada hubungannya dengan itu," tegasnya.

Menurut penjelasan yang diterima DPRD, pemadaman yang terjadi murni disebabkan pekerjaan perbaikan dan pemeliharaan sistem kelistrikan yang sedang berlangsung.

"Yang jelas ini murni perbaikan maintenance secara berkala cuma mungkin karena informasi yang disampaikan tidak resmi sehingga isu di luar mudah berkembang," katanya.

Samri menilai klarifikasi langsung dari PLN penting agar masyarakat memperoleh informasi yang valid mengenai penyebab gangguan listrik yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Ia berharap target pemulihan yang disampaikan PLN dapat terealisasi sehingga pemadaman bergilir tidak lagi terjadi setelah pertengahan Juli.

"Mereka datang secara resmi hingga kita dapat info yang valid langsung dari sumbernya," ujarnya.

Sebelumnya, PLN menjelaskan pemadaman bergilir terjadi akibat gangguan pada sistem pembangkit yang mengurangi pasokan listrik hingga sekitar 250 megawatt dalam sistem interkoneksi Kalimantan. Dampaknya dirasakan di sejumlah wilayah Kalimantan Timur hingga sebagian Kalimantan Utara.

Meski demikian, usai rapat berlangsung pihak Manajer PLN UP3 Samarinda tidak memberikan keterangan lebih lanjut kepada awak media.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :