Sejumlah kerentanan masih membayangi warga.
EKSPOSKALTIM, Samarinda - Luapan Sungai Mahakam memaksa puluhan warga Dusun Pondok Labu, Kelurahan Loa Ipuh Darat, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, bertahan di badan jalan yang lebih tinggi setelah banjir merendam permukiman mereka sejak akhir Januari.
Banjir yang dipicu tingginya curah hujan bersamaan dengan pasang Sungai Mahakam itu merendam sedikitnya 14 rumah warga di wilayah RT 09 dan RT 10. Total warga terdampak mencapai 28 kepala keluarga atau 85 jiwa, sebagian besar memilih mengungsi mandiri sambil menunggu pendirian tenda darurat dari BPBD.
Di tengah kondisi tersebut, Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur memastikan kebutuhan logistik warga terdampak dalam kondisi aman. Bantuan pangan dan kebutuhan dasar telah didistribusikan melalui kerja kolaboratif BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kaltim, Achmad Rasyidi, mengatakan logistik yang disalurkan berasal dari buffer stock bencana yang sebelumnya dipasok dari Gudang Logistik Bencana Dinsos Provinsi Kaltim dan dimanfaatkan oleh Dinsos Kukar untuk respons cepat di lapangan.
“Distribusi berjalan lancar. Berdasarkan pemantauan di lapangan, kebutuhan dasar warga masih mencukupi,” ujar Rasyidi usai meninjau lokasi banjir, Rabu (4/2) dikutip dari antara.
Dalam tinjauan tersebut, Dinsos Kaltim bersama relawan Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kukar juga berdialog langsung dengan Ketua RT setempat. Hasil komunikasi menunjukkan kondisi mulai berangsur terkendali seiring debit air yang perlahan menurun.
Namun, tim mencatat sejumlah kerentanan yang masih membayangi warga. Akses jalan di kawasan terdampak mengalami kerusakan dan kerap tidak dapat dilalui saat banjir, sehingga berpotensi mengisolasi warga ketika air kembali naik.
Selain itu, wilayah Dusun Pondok Labu belum menikmati aliran listrik 24 jam dan masih bergantung pada panel tenaga surya untuk memenuhi kebutuhan energi, kondisi yang menjadi tantangan serius dalam situasi darurat.
Dinsos Kaltim menegaskan akan terus memantau perkembangan di lapangan dan siap menyalurkan tambahan bantuan jika terjadi kekurangan logistik atau kebutuhan darurat lainnya.


