BONTANG, EKSPOSKALTIM - Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Bontang terus berupaya membangun semangat kemandirian ekonomi di kalangan generasi muda. Salah satunya melalui Seminar Kewirausahaan Pemuda 2025 yang digelar di Hotel Tiara Surya, Selasa (11/11/2025).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Kemasyarakatan, dan Sumber Daya Manusia (PKSDM), Lukman, serta dihadiri 65 peserta dari berbagai kalangan pemuda, komunitas, dan pelaku usaha rintisan di Bontang.
Dalam laporannya, Kepala Bidang Pemuda Dispopar Bontang, Idhamsyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membangkitkan semangat dan minat wirausaha di kalangan pemuda. Ia menyebut, masih banyak pemuda Bontang yang belum tertarik atau memiliki pengetahuan cukup dalam bidang kewirausahaan.
“Kurang lebih ada 51 ribu pemuda di Kota Bontang yang masih minim terhadap kewirausahaan. Karena itu, seminar ini menjadi langkah untuk menambah wawasan, pengetahuan, dan motivasi agar mereka berani memulai usaha,” jelasnya.
Idhamsyah menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan indeks pembangunan pemuda, khususnya dalam aspek kemandirian ekonomi dan daya saing.
Untuk memberikan inspirasi dan pembekalan nyata, Dispopar menghadirkan dua narasumber muda yang telah sukses di bidangnya, yakni Kahar Muzakkir, Chief Executive Borneos.co, dan Muflih Alhafidy, Founder SOS-Edu Movement. Keduanya berbagi pengalaman seputar strategi membangun bisnis di era digital, pentingnya inovasi produk, serta nilai kreativitas dalam menghadapi tantangan pasar.
Sementara itu, Lukman dalam sambutannya menegaskan bahwa pemuda harus memiliki semangat untuk mengembangkan diri dan berani mengambil peluang. Menurutnya, kemajuan tidak akan tercapai jika seseorang terjebak dalam kemalasan dan ketidakmauan untuk bertindak.
“Zaman sekarang informasi dan edukasi sudah sangat mudah diakses, hanya dengan genggaman HP. Yang dibutuhkan hanyalah kemauan untuk bergerak dan beraksi,” ujarnya.
Lukman juga mengapresiasi langkah Dispopar yang terus mendorong lahirnya wirausaha muda melalui kegiatan pelatihan dan seminar. Menurutnya, kegiatan semacam ini merupakan wujud nyata dukungan pemerintah terhadap pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing.
“Pemerintah tidak tinggal diam. Kami terus berupaya memberdayakan dan memfasilitasi usaha-usaha mikro agar dapat berkembang. Semoga para peserta mampu memanfaatkan ilmu yang didapat untuk membangun usaha dan menciptakan lapangan kerja,” ungkapnya.

