EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Menjadi pimpinan legislatif di usia muda merupakan tanggung jawab besar yang harus diemban anggota DPRD Bontang periode 2019-2024, Junaidi. Tak ayal, persepsi miring terkait kemampuannya dalam memimpin begitu disangsikan.
Dalam penarikan sumpah dan jabatan pada Kamis (15/8/2019) lalu, Junaidi menuturkan bahwa persepsi miring terhadap dirinya tak kunjung surut. Bahkan semakin menjadi usai dirinya menjabat Wakil Ketua DPRD Bontang Sementara.
"Sampai sekarang masih banyak yang meragukan saya. Namun saya tidak kecewa, saya akan buktikan bahwa itu tidak benar," tegasnya kala ditanyai wartawan beberapa waktu lalu.
Sejatinya, sejak masa pencalonan, sudah banyak yang meragukan dirinya. Maklum saja, di Bontang Lestari, Junaidi lah legislator termuda. Saat dikukuhkan Kamis lalu, usianya bahkan belum lagi 26 tahun.
Bagi putra asli Bontang Kuala ini, usia muda tak menjadi kendala untuk mengabdi dan berkarya bagi negeri. Ia mengaku bakal memberikan kemampuan terbaiknya selama mengemban misi berat sebagai wakil rakyat di parlemen.
"Saya akan buktikan, saya akan lakukan yang terbaik, do all my best," ujarnya.
Junaidi justru menantang anak muda lain mengikuti jejaknya. Sebab menurutnya, sudah saatnya anak muda tampil, dan membawa masyarakatnya ke arah lebih baik. Usia sudah bukan lagi ukuran untuk melihat kepantasan seseorang dalam memimpin.
"Di dunia sudah mulai banyak pemimpin-pemimpin muda tampil. Di Bontang juga harus lebih banyak lagi," ujarnya bersemangat.
Sebagai informasi, dalam Pemilu 2019 di Kalimantan Timur (Kaltim). Terdapat dua anak muda dibawah 30 tahun yang behasil melengang ke parlemen. Di DPRD Kaltim, terdapat dewan terpilih berusia 23 tahun yakni Romadhony Putra Pratama. Namun ia hanya sebagai anggota biasa. Sedang di Bontang ada Junaidi, berusia 25 tahun, dan langsung menduduki unsur pimpinan sementara. (adv)

