EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-P3M) Kota Bontang, Abdu Safa Muha, menyampaikan bahwa kartu kesejahteraan dari pemerintah akan digabungkan menjadi satu.
Kartu yang dimaksud tersebut yakni kartu Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Baca juga: PAW Anggota Dewan Andi Harun dan Dodi Dijadwalkan Besok
"Kartu combo akan menjadi tunggal, semua jenis bantuan untuk orang miskin harus masuk lewat kartu itu. Termasuk nanti kalau mau beli gas 3 kilo, BBM, termasuk KIS semua menjadi satu," kata Abdu Safa belum lama ini, Senin (3/9/2018).
Kata dia, arah kebijakan pemerintah tersebut mesti dibarengi dengan pemuktahiran data warga miskin yang terus berjalan. Abdu Safa berharap pihak kelurahan dapat proaktif mengonfirmasi data keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial (bansos) yang digelontorkan pemerintah selama ini.
"Basis data kemiskinan yang selalu digunakan adalah data Rastra, yakni 5.098. Pemuktahiran tahun 2015 yang dilakukan oleh BPS," ujarnya.
Baca juga: Dua Pekan Berjalan, 90% KPM BPNT di Bontang Cairkan Dana
Meski begitu, kata Abdu Safa, data kemiskinan tersebut tidak bersifat kaku, kapanpun bisa diganti. Namun mekanisme perubahannya, baik pengurangan dan penambahan, hanya bisa dilakukan lewat mekanisme musyawarah kelurahan (Muskel).
"Tinggal dari pihak kelurahan, misalkan kita temukan ada yang sudah dianggap tidak berhak dapat namun masih dapat. Biar kita berdebat berhari-hari kalau lurahnya tidak mau menggelar Muskel, tidak bisa diubah datanya itu, tidak bisa dengan inisiatif Dinsos. Regulasinya mesti lewat muskel baru data itu bisa diubah," ungkapnya. (adv)
Video Semarakkan HUT RI ke-73, Henry dan Etha Gelar Lomba Panjat Pinang
ekspos tv

