EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Kaltim menolak rencana pembangunan pabrik semen di Kaltim. Rencana tersebut digagas oleh Pemprov Kaltim yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP).
Dalam dokumen tersebut, Pemprov merencanakan pabrik semen di Kecamatan Biduk-biduk dan Batu Putih, Kabupaten Berau.
Baca: Senin, Bakal Calon Wawali Samarinda Dipanggil DPP Nasdem
Penolakan tersebut bukan tanpa dasar. Menurut Dinamisator Jatam Kaltim, Pradarma Rupang, bahwa rencana tersebut harus ditinjau ulang. Sebab, kehadiran pabrik semen akan mematikan mata pencaharian nelayan di lokasi tersebut. Di wilayah itu, sebutnya, hampir 90 persen berprofesi sebagai nelayan.
“Hanya sebagian kecil di bidang pariwisata. Hadirnya pabrik semen tentu akan mengubah ekosistem perikanan di sana,” sebut Pradarma, saat diskusi dengan wartawan di sekretariat, Jumat (30/3).
Selain operasional pabrik tersebut, lalulintas perairan di wilayah tersebut akan dijadikan pengangkutan batu bara. Karena, ketika pabrik beroperasi tentu membutuhkan batu bara untuk pembangkitnya, maka lalu lintas pengangkutan batu bara akan menghambat aktivitas penangkapan ikan.
“Dan pasti melewati perairan Biduk-biduk, maka akan ada masalah baru. Kawasan perikanan yang sebelumnya tidak tercemar, dengan berlabuhnya tongkang di situ beresiko pada rusaknya terumbu karang sebagai habitat flora dan fauna,” jelasnya.
Dia pun merasa kebijakan tersebut tidak mendesak. Sebab suplai semen dalam memenuhi kebutuhan pembangunan di Kaltim sudah mencukupi, dengan suplai melalui Jawa dan Sulawesi. Pun dengan kebutuhan secara nasional.
Baca: Telkomsel Area Pamasuka Blusukan Registrasi Sim Card Pelanggan
"Tiap tahun kan Kaltim membutuhkan 1,7 juta ton semen. Tapi kan enggak pernah ada kelangkaan semen. Lalu untuk apa pabrik semen dibangun?," imbuhnya.
Dia menilai, secara hitung-hitungan perekonomiam pun tidak berdampak signifikan. Jika pabrik semen diizinkan beroperasi, justru akan membuka peluang munculnya pengangguran baru.
“Sekarang serapan tenaga kerja dari sektor perikanan dan pariwisata sudah terbukti memberikan peluang kerja bagi masyarakat. Ketika pabrik semen dibuka, kemungkinan hanya 50 persen tenaga kerja terserap, kemudian ada peralihan profesi dari nelayan sebagai buruh pabrik. Belum tentu semua masyarakat di sana bekerja di pabrik semen," bebernya.
Karena itu, ia berharap, pemprov Kaltim dapat meninjau rencana tersebut jangan sampai menimbulkan kerusakan lingkungan demi meningkatkan pembangunan. Ia mendorong pemrov agar membangun dengan berbasis green ekonomi.
Tonton juga video-video menarik di bawah ini:
VIDEO: Polres Bone Inisiasi Deklarasi Anti Hoax
ekspos tv
VIDEO: Lembaga Adat Besar Kutim Sambangi PT Indominco
ekspos tv
VIDEO: Basarnas Bone Gelar Pelatihan Downward
ekspos tv
VIDEO: Gerbong Mutasi, Empat Perwira Polres Bone Dirotasi
ekspos tv
VIDEO 813 Turn Back Crime: Operasi Sabhara Polres Bontang
ekspos tv
VIDEO Ekspos On Vacation (EOV): Keindahan Pantai Sekerat
ekspos tv
VIDEO Ekspos Kuliner: Whymilk Cafe
ekspos tv

