PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Hari AIDS, R: Saya dan Suami Odha, Tapi Anak Saya Tidak Terkena HIV

Home Berita Hari Aids, R: Saya Dan Su ...

Hari AIDS, R: Saya dan Suami Odha, Tapi Anak Saya Tidak Terkena HIV
KPAD Bontang tengah mempertunjukan sebuah teatrikal dalam memperingati hari AIDS se-Dunia di RSUD Taman Husada, Kamis (30/11/2017). (DOK. RSUD Taman Husada/Arie Mayestine)

EKSPOSKALTIM, Bontang - Perempuan berpakaian hitam, berkerudung merah, dengan dilapisi kain kelambu putih menutupi hampir sekujur tubuhnya, menari-nari dengan anggun di Ruangan Nusa Indah, RSUD Taman Husada.

Ia tidak sendiri. Beberapa rekan-rekannya, berpakain sama, mengelilinginya. Ada yang bernyanyi. Ada yang berpuisi. Ada juga yang ikut menari sambil memegang sekuntum mawar.

Tiba-tiba, perempuan itu menangis sekencang-kencangnya. Tangisan yang memecah keheningan Nusa Indah. Beberapa penonton yang menyaksikan turut meneteskan air mata.

Perlahan, perempuan itu membuka kelambu yang menutupi tubuh mungilnya. Paras ayu nampak dari rona wajahnya. Sesekali, ia lepaskan senyum nun menawannya.

Lalu, sambil bergandengan tangan dengan rekan-rekannya tadi, dia berkata, “Kami Odha (orang dengan HIV/AIDS). Jauhi virus (HIV)-nya, bukan orangnya.”

Baca: Selain Ciptakan Lingkungan Bersih, Bank Sampah Kanaan Bersinar Juga Bernilai Ekonomis

Ya, pertunjukan tadi dibawakan oleh Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Bontang. Mereka tengah menyampaikan pesan moril lewat sebuah teatrikal dalam acara peringatan hari AIDS se-Dunia, Kamis (30/11/2017).

Pesan agar semua orang tidak memandang sebelah mata kepada Odha. Dan, agar para Odha tetap semangat menjalani hari-harinya.

Selain pertunjukan teatrikal, kegiatan gelarannya Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (DKKB) Bontang itu juga menamplikan acara talk show. Talk show tersebut membahas mengenai test HIV dan pengobatan, yang dibawakan oleh dokter sepesialis penyakit dalam RSUD Taman Husada, Dyah Sawitri, dan Ruri Harmawanti Dwi Lestari, dari Puskesmas Bontang Selatan.

Dalam paparannya, Dyah Sawitri menjelaskan, untuk saat ini obat penyakit HIV hanya ARV (antiretroviral). Itupun, kata Dyah, ARV tidak mematikan virus paling jahanam itu, hanya meminimalisir virus tersebut. “Ada obat (ARV) untuk menekan HIV. Tapi belum ada obat untuk menyembuhkan HIV,” jelasnya.

Memperingati hari AIDS se-Duni, yang jatuh pada 1 Desmber 2017, DKKB Bontang menggelar talk show bertemakan “Saya Berani, Saya Sehat”. (DOK. RSUD Taman Husada/Arie Mayestine)

Untuk menanggulangi penyebaran HIV, Dyah mengimbau, agar masyarakat rutin mengecek kesehatannya ke instansi-instansi kesehatan.

Selain itu, dia berharap, agar masyarakat tidak melakukan hal-hal yang bisa menyebabkan masuknya virus HIV ke tubuh. Seperti seks bebas dan gonta-ganti jarum suntik. “Pencegahan masuknya HIV, dengan menjauhi penyakitnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Ruri memaparkan, ada beberapa sumber penularan viru HIV. Yakni, melalui cairan darah, cairan kemaluan dan cairan ASI.

“Yang paling dikenal penyebaran HIV adalah ESSE (Exit, Survive, Sufficient dan Enter). Jika salah satu dari ESSE tidak ada, maka tidak mungkin HIV akan masuk,” paparnya.

Pencegahan HIV, kata Rurui, bisa dilakukan dengan melindungi tubuh dengan hal-hal kecil. Seperti menggunakan peralatan yang steril, tidak berhubungan seks dengan orang lain selain pasangan, hingga tidak mengkonsumsi makanan atau minuman yang memabukan.

“Pecegahannya bisa dengan abstinence, be faithfull, gunakan kondom, no drugs, equipment dan edukasi,” tandasnya.

Terpisah, penyandang HIV berinisal R, mengaku bisa hidup normal dengan selalu rutin mengkonsumsi ARV. “Saya bersama suami, Odha. Saya divonis mengidap HIV pada akhir 2009. Tapi anak saya tidak terkena HIV. Itu karena saya mengkonsumsi obat ARV dan selalu menjaga pola hidup sehat,” kata perempuan berkerudung itu.

Menyambut hari AIDS se-Dunia ini, dia berharap, agar para penderita HIV tetap semangat menjalani hidup. “Dan, jangan lupa, obatnya jangan sampai putus,” tutur ibu satu anak itu. (adv)

Catatan: Sesuai permintaan narasumber penyandang HIV, Ekspos Kaltim menginisialkan nama penyandang HIV, sebagai: R.

Tonton juga video-video menarik di bawah ini:

VIDEO: Cycling Tour Semarakkan Erau Pelas Benua Kota Bontang

ekspos tv

VIDEO: Diskominfotik Bontang Dapat Kunjungan dari Komisi Informasi Kaltim

ekspos tv

VIDEO: Pembukaan Pesta Laut Bontang Kuala 2017

ekspos tv


Editor : Maulana
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :