PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Fakta Baru! Wartawati Juwita 2 Kali Diperkosa Prajurit TNI J Sebelum dihabisi

Home Berita Fakta Baru! Wartawati Juw ...

Fakta Baru! Wartawati Juwita 2 Kali Diperkosa Prajurit TNI J Sebelum dihabisi
Wartawati Juwita diperkosa sebelum dihabisi oleh prajurit TNI AL Jumran. Foto: Instagram

EKSPOSKALTIM, Banjarbaru - Keluarga Juwita (23), wartawati yang tewas dihabisi Prajurit TNI AL kelasi satu Jumran (J) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mengungkap fakta memilukan. Korban rupanya sempat mengalami kekerasan seksual sebanyak dua kali sebelum akhirnya dibunuh. 

“Berdasarkan alat bukti yang kami miliki, korban mengalami kekerasan seksual. Ini adalah kasus pemerkosaan,” ujar kuasa hukum keluarga korban, Muhamad Pazri, usai menghadiri pemeriksaan di Detasemen Polisi Militer Pangkalan TNI Angkatan Laut (Denpomal) Banjarmasin, Rabu (2/4), dikonfirmasi ulang. 

Bermula dari Perkenalan di Medsos

Pazri menjelaskan bahwa Juwita pertama kali berkenalan dengan pelaku pada September 2024 melalui media sosial. Komunikasi mereka berlanjut hingga bertukar nomor telepon, yang kemudian dimanfaatkan pelaku untuk mendekati korban lebih jauh.

Pada rentang 25-30 Desember 2024, Juwita diminta memesan kamar hotel di Banjarbaru atas permintaan pelaku yang mengaku kelelahan setelah bertugas. Tanpa curiga, korban menuruti permintaan tersebut. Namun, setibanya di hotel, pelaku memaksa masuk ke kamar, memiting korban, dan akhirnya memperkosanya.

“Kejadian ini diceritakan korban kepada kakak iparnya pada 26 Januari 2025. Korban bahkan memiliki bukti berupa video singkat dan beberapa foto yang menunjukkan pelaku usai melakukan aksinya,” ungkap Pazri.

Ada bukti di dalam video yang berdurasi sekitar 5 detik. Ketika itu korban merekam pelaku sedang mengenakan celana dan baju setelah melakukan aksinya. Saat itu korban ketakutan sehingga rekaman video itu bergetar.

Sedangkan, pemerkosaan kedua terjadi pada 22 Maret 2025, hari di mana Juwita ditemukan tewas. "Semuda diceritakan korban kepada kakak iparnya," jelasnya.  

Terungkap dari Laptop Korban

Awalnya, kematian Juwita diduga akibat kecelakaan tunggal. Ia ditemukan di tepi jalan menuju Desa Kiram, Banjar, dalam kondisi mengenakan helm, sementara motornya terperosok ke semak-semak. Namun, sejumlah luka mencurigakan di tubuhnya serta hilangnya dompet dan ponsel menimbulkan dugaan bahwa ada unsur kekerasan dalam kematiannya.

Penyelidikan lebih lanjut menemukan bukti dari laptop korban yang menunjukkan percakapan terakhirnya dengan pelaku. Dalam chat tersebut, Kelasi Satu J mengajak Juwita bertemu dan bahkan mengirimkan petunjuk arah sebelum kejadian.

Tragisnya, Juwita dan pelaku sejatinya telah merencanakan pernikahan pada Mei 2025. Sebuah prosesi lamaran bahkan telah dilakukan, meski tanpa kehadiran pelaku secara langsung.

Saat ini, Denpomal Banjarmasin masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, sementara Kelasi Satu J telah ditahan sejak Jumat (28/3) malam setelah diserahkan dari Denpomal Balikpapan. 

Juwita dan Kelasi Satu Jumran sebenarnya telah merencanakan pernikahan yang dijadwalkan pada Mei 2025. Sebagai langkah awal, prosesi lamaran telah dilakukan, meski Jumran tidak hadir langsung dan hanya diwakili oleh keluarganya. Namun, sebelum rencana pernikahan itu terwujud, Juwita ditemukan tewas secara tragis, dan Jumran kini menjadi tersangka utama dalam kasus pembunuhannya. 


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%23%0%78%
Sebelumnya :
Berikutnya :