PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

DPD RI Copot Duta Kaltim Terkait Isu Pelecehan Seksual

Home Berita Dpd Ri Copot Duta Kaltim ...

Pengakuan para perempuan yang muncul beruntun di media sosial mendorong lembaga negara itu mengambil jarak dan menyerahkan seluruh proses ke penegak hukum.


DPD RI Copot Duta Kaltim Terkait Isu Pelecehan Seksual
ILUSTRASI DPD RI. Foto: Istimewa

EKSPOSKALTIM, Jakarta – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mencopot status Duta DPD Muhammad Fikri Assalam. Keputusan ini diumumkan lewat akun Instagram resmi DPD, menyusul mencuatnya dugaan pelecehan seksual yang melibatkan mahasiswa asal Kalimantan Timur tersebut.

Dalam pengumuman itu, DPD menyatakan menonaktifkan sementara status Fikri dan memastikan seluruh kegiatan yang melibatkan dirinya tidak lagi berkaitan dengan lembaga. “Persoalan yang menyangkut individu yang bersangkutan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi,” tulis DPD, Rabu (12/10). Hingga berita ini terbit, Wakil Ketua DPD Tamsil Linrung belum menanggapi permintaan konfirmasi.

Tamsil, seperti diwartakan sebelumnya, mengatakan para korban sebaiknya membuat laporan resmi ke polisi. Ia menjelaskan bahwa Duta DPD bukan anggota DPD, melainkan penerima penghargaan setelah proses seleksi oleh juri. Jika terbukti bersalah, statusnya akan dicabut. “Silakan diproses oleh pihak berwajib,” ujarnya.

DPD menyatakan tidak perlu membentuk tim investigasi internal dan menyerahkan proses sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

Kasus dugaan pelecehan seksual ini pertama kali ramai setelah akun Instagram @miaew.my mengunggah beragam cerita dari orang-orang yang mengaku korban. Unggahan itu berisi tangkapan layar pesan dari pengirim yang identitasnya disamarkan. Mereka menuduh Fikri melakukan tindakan fisik yang tidak diinginkan, mulai dari memeluk, mencoba mencium, hingga memaksa tindakan lebih jauh.
 

Seorang pengirim pesan mengaku tidak nyaman karena Fikri kerap memegang kepala atau memaksa pelukan meski baru kenal. Pengirim lain bahkan menyebut terduga pelaku pernah memaksanya menyentuh bagian sensitif tubuh Fikri. Unggahan @miaew.my menyebut banyak perempuan merasakan pola manipulasi yang sama.

Muncul pula tangkapan layar percakapan grup WhatsApp mahasiswa yang menunjukkan adanya pejabat kampus merespons isu ini dengan nada yang dinilai menyalahkan korban. Mahasiswa lain dalam grup tersebut meminta kampus fokus pada penindakan, bukan menyudutkan pelapor.

Media ini kemudian menghubungi salah satu pihak yang mengaku korban dan ia membenarkan sejumlah cerita yang beredar. Identitasnya disamarkan karena alasan keamanan. Ia menyebut dua kejadian pada 2024 yang dialaminya langsung. Pertama, saat kegiatan di Fakultas Syariah, Fikri beberapa kali mencoba memeluknya dan kemudian tiba-tiba mencoba mencium bibirnya saat sesi foto. Kejadian kedua terjadi di lingkungan fakultas ketika Fikri diduga meraba bagian pinggang belakang korban hingga ke bawah. Aksi itu disaksikan seorang temannya yang langsung menegur Fikri.

“Saya tidak punya hubungan apa pun dengan dia di luar relasi profesional sebagai sesama duta,” ujarnya. Ia juga menyayangkan sikap salah satu pejabat kampus yang dinilai justru menyalahkannya.

Terpisah, Fikri menolak memberikan penjelasan lebih jauh ketika dikonfirmasi. Ia hanya meminta pemberitaan tetap berimbang. “Kami lagi mempelajari tuduhan itu… mohon untuk tidak mengutip berita yang tidak berimbang,” katanya. Ditanya lebih lanjut, ia menyebut masih berdiskusi dengan LBH.

Dari sisi kepolisian, Polda Kaltim memastikan belum menerima laporan apa pun dengan terlapor atas nama Fikri. “Sudah kami cek sejak tiga bulan terakhir, tidak ditemukan terlapor atas nama dimaksud,” kata Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Yulianto. Ia mengimbau pihak yang merasa menjadi korban untuk datang melapor atau berkonsultasi ke unit PPA di polres maupun Polda.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :