EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Menjelang hari raya Idul Adha (Qurban) Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang terus melakukan pengawasan terkait kesehatan hewan kurban asal luar kota yang dibawa pedagang musiman.
"Kita akan terus melakukan pengecekan terhadap kesehatan hewan kurban yang masuk ke Kota Bontang, walaupun sebelum didistribusikan sudah melalui tahapan seleksi maupun karantina," ujar Amran Kepala Bidang Peternakan DKP3 Bontang kepada EKSPOSKaltim, saat ditemui di ruangannya, Jl. Bessai Berinta, Kelurahan Bontang Lestari, Rabu (25/7/2018).
Baca: Dinsos-P3M Bontang Siapkan Pendampingan Psikologis ke Anak Korban Sodomi
Kata dia, selain masuk dalam seleksi dan karantina terhadap hewan kurban di daerah asal, dinas peternakan juga menerbitkan surat rekomendasi atas hewan kurban tersebut sebelum dijual di luar kota.
"Masuk Bontang akan kami periksa, ketika terdapat hewan yang sakit akan kami bantu obati, setelah sembuh baru bisa dijual kembali," jelas Amran.
Baca: Geram! Abdu Safa Muha Ingin Pelaku Sodomi Anak Dihukum Berat
Ia menambahkan, walaupun Bontang memiliki petani sapi sendiri, pemerintah tidak akan membatasi kuota sapi yang masuk ke Kota Bontang, karena menurutnya, ketika hewan kurban yang berasal dari luar tidak laku, maka akan di jual kepada petani lokal.
"Ini bisa menjadi keuntungan bagi petani kita, karena pedagang musiman biasanya menjual dengan harga murah kepada petani kita, ketimbang dibawa kembali ke daerah asal," pungkasnya. (adv)
Video Aliansi Kaltim Bersatu Bakal Gelar Aksi Tolak TKA Jilid 2
ekspos tv

