PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Dibuka Asisten III, 25 WRSE di Bontang Ikut Pelatihan Membangun Usaha Sembako

Home Berita Dibuka Asisten Iii, 25 Wr ...

Dibuka Asisten III, 25 WRSE di Bontang Ikut Pelatihan Membangun Usaha Sembako
Suasana pembukaan pelatihan membuka usaha sembako yang digelar Dinsos PM Bontang.

EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Sebanyak 25 Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) yang berusia 18 hingga 58 tahun, mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) pengetahuan membangun usaha sembako yang dilaksanakan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) Kota Bontang.

Bimtek tersebut dilaksanakan di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Bontang Utara, Selasa (24/05/2022). Dibuka oleh Asisten 3 Bidang Administrsi Umum Pemkot Bontang, Sarifah Nurul Hidyati.

Nurul menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Menurutnya hal itu sejalan dengan upaya menekan potensi kemiskinan.

Sebab, kata Dia, para peserta dibekali pengetahun membangun warung sembako. Mulai dari perencanaan usaha, melakukan riset pasar, perhitungan modal yang tepat, tehnik tata letak barang, perhatikan kebersihan toko, pilih sembako yang berkwalitas, tetapkan strategi penjualan, serta pemberian pelayanan terbaik.

"WRSE merupakan salah satu dari 26 jenis Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), khususnya bagi kaum wanita dan perempuan yang memerlukan bimbingan dan perhatian dari pemerintah," ungkap Nurul dalam sambutannya.

Lanjutnya, kegiatan ini sangat penting untuk memberikan motivasi dan pembinaan kepada WRSE. Program ini juga dapat menjadi peluang menambah penghasilan keluarga, sebagai upaya bersama demi mewujudkan kesejahteraan.

"Semoga lewat kegiatan ini peserta dapat bangkit atau mandiri dalam upaya pemenuhan kehidupan sehari-hari,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinsos-PM Kota Bontang, Bahtiar Mabe mengatakan, bimtek ini dilakukan sebagai upaya memastikan kesiapan WRSE penerima bantuan usaha, dapat mengerti arah dan alur usaha yang nantinya akan dijalankan.

Bahtiar menjelaskan, bantuan modal usaha yang nantinya disalurkan tersebut tidak menjadi barang habis pakai. Melainkan modal sembako yang diberikan harus terus dikembangkan.

Oleh sebab itu, Dia berharap agar setiap WRSE penerima bantuan dapat mengelola keuntungan usaha yang dijalankan.

“Ini upaya kita agar bantuan Provinsi tersebut bisa berdaya guna maksimal,” bebernya. (adv)


Editor : Abdullah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :