EKSPOSKALTIM, Bontang - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang menyoroti kondisi Pelabuhan Tanjung Laut yang tak sedap dipandang lantaran banyak tumpukan sampah yang menggenang.
"Kalau banjir masyarakat meminta pemerintah tanggung jawab, padahal merekalah yang berkewajiban menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing," imbuh Wakil Ketua Komisi II DPRD Bontang Arif yang juga merupakan warga Tanjung Laut Indah.
Ia mengatakan kondisi seperti itu akibat kurangnya kesadaran dari masyarakat untuk menjaga kebersihan di lingkungan rumah masing-masing.
Akan tetapi Arif sendiri mengaku tak bisa berbuat apa-apa, karena pelabuhan tersebut selama ini menjadi wewenang pemerintah pusat yang dibangun di lahan milik pemerintah daerah.
"Tapi di sini saya akan meminta kepada pemerintah daerah untuk membantu membersihkan pelabuhan," katanya saat ditemui di kediamannya, Sabtu (10/6) siang.
Selain itu, Arif juga mengatakan, ia tengah membangun komunikasi dengan pihak Kelurahan Tanjung Laut dan pengelola pelabuhan syahbandar serta masyarakat untuk melakukan pembersihan disekitar bibir pantai.
Ia sangat berharap agar masyarakat lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing.
Ia pun secepatnya juga akan melakukan koordinasi dengan Komisi III DPRD Bontang sebagai pihak yang berkompeten untuk menindaklanjuti hal ini. (Adv)

