EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Nama Catur Adi naik daun lagi. Tapi bukan karena prestasi Persiba Balikpapan atau kasus alat sadap, melainkan oleh penangkapan Mabes Polri.
Baru-baru tadi, tim dari Mabes Polri menggelar operasi penangkapan di Balikpapan dan berhasil menjaring Direktur Persiba Balikpapan satu ini.
Sebenarnya bukan hanya Catur. Namun Direktur Narkoba Mabes Polri Brigjen Mukti Juharsa belum mau mengungkapkan nama-nama lainnya.
Kasus yang melibatkan Catur bukanlah perkara biasa. Mukti tak menampik jika timnya juga tengah mendalami perkara pencucian uang atau money laundering.
"Nanti kalau sudah lengkap akan kita sampaikan," kata jenderal bintang satu ini, Minggu (9/3).
Kontroversi
Selepas mundurnya Gede Widiade, kehadiran Catur sedianya membawa angin segar bagi dunia sepak bola Balikpapan.
Sebagai direktur Persiba sekaligus Ketua Harian Caladium Persiba FC, ia berperan penting dalam mempersatukan dua tim besar
Di tangannya, Persiba Balikpapan yang pernah menjadi tim 3 besar Liga 1 naik kasta ke Liga 2 Indonesia dari Liga 3.
Di bawah kepemimpinannya, strategi perekrutan pemain pun mengalami pembaharuan.
Catur berhasil mengontrak beberapa mantan pemain Liga 1, langkah yang mendapat sambutan positif dari para penggemar yang berharap timnya akan tampil lebih kompetitif.
Namun, perjalanan karirnya tidak selalu mulus. Pada 3 April 2024, Catur pernah menjadi saksi damlam kasus penggelapan alat penyadap milik Direktorat Reserse Narkoba Polda Kaltim di Pengadilan Balikpapan.
Meski peranannya hanya sebagai saksi, insiden tersebut sempat mencuat dan menambah dimensi kontroversial pada perjalanan karirnya.
Meski begitu, Catur yang kini sudah tak polisi lagi tetap fokus mengembangkan sepak bola lokal dengan berbagai inovasi.
Para penggemar dan masyarakat berharap bahwa langkah-langkah strategisnya akan membawa Persiba Balikpapan meraih prestasi yang lebih gemilang di masa depan.
"Manajemen tim tetap solid dan akan fokus di Liga 2," jelas Ketua Dewan Pembina Persiba, Alwi Al-Qadri, Minggu (9/3).

