PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Bertemu Aa Gym, Ustadz Abdul Somad Curhat Dituduh Radikal

Home Berita Bertemu Aa Gym, Ustadz Ab ...

Bertemu Aa Gym, Ustadz Abdul Somad Curhat Dituduh Radikal
Aa Gym,TGB dan UAS. Aa Gym mengajari Ustadz Somad dan TGB berkuda sebelum ceramah di Bandung Jabar. (ist)

EKSPOSKALTIM.com, Bandung - Memberi kajian keagamaan di depan ribuan jemaah pesantren Abdullh Gymnastiar (Aa Gym), Ustadz Abdul Somal menyebut bahwa ada pihak yang menuduhnya sebagai Ustadz radikal.

Selain Ustadz Somad,kajian tersebut juga dihadiri Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Muhamad Zainul Majdi.

Kehadiran keduanya mendapat sambutan hangat dari ribuan jemaah di Masjid Rahmatan Lil'Alamin, Eco Pesantren Daarut Tauhid, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (1/4/2018).

Baca: Telkomsel Area Pamasuka Blusukan Registrasi Sim Card Pelanggan

Dalam kajian keagamaan tersebut, Aa Gym sebagai tuan rumah berperan sebagai moderator. Berbagai pertanyaan dilontarkan Aa Gym kepada TGB dan Ustadz Somad.

Kepada Ustadz Somad, Aa Gym mengaku bingung dengan kata-kata radikal. Banyak tuduhan radikal dari pihak tertentu kepada pihak lainnya. "Saya bingung dengan kata-kata radikal," kata Aa Gym.

Ustadz Somad menuturkan, dulu Buya Hamka juga dituduh sebagai sosok radikal. Dia dituduh sebagai komando jihad oleh pihak-pihak tertentu.

"Buya Hamka marah. Karena tidak ada komando jihad itu," kata Ustadz Somad.

Pada kesempatan itu, dia juga menyebut, bila ada yang menuduhnya sebagai orang radikal. Tuduhan itu ramai dibicarakan di internet.

"Saya dituduh radikal. Ramai di internet," kata Ustadz Somad.

Aa Gym kemudian menimpali pernyataan Ustadz Somad tersebut. Dia menyarankan agar Ustadz Somad tidak perlu membuka internet. "Jangan dibaca saja," saran Aa Gym.

Ustadz Somad sepakat dengan saran Aa Gym."Tidak baca, tapi ada jemaah yang whatsapp ke saya," ucap Ustadz Somad, diikuti gelak tawa para jemaah.

Baca: Jatam Tolak Pembangunan Pabrik Semen di Kaltim

Ustadz Somad melanjutkan, warga masyarakat harus bisa berimbang dalam menilai sesuatu. Dia juga mengingatkan bahwa ulama juga ikut berperan dalam berdirinya Indonesia.

"Saya kira, harus balance dalam menilai. Karena satu terlalu takut dengan Islam. Akhirnya Islam phobia. Sedangkan satu lagi terlalu takut dengan nasionalisme," ujarnya.

"Kita harus faham, negeri ini didirikan juga oleh ulama. Nilai-nilai Islam itu ada dalam Pancasila. Orang berteriak Allahu Akbar bukan berarti tidak nasionalis," tandasnya.

Tonton juga video-video menarik di bawah ini:

VIDEO: Lembaga Adat Besar Kutim Sambangi PT Indominco

ekspos tv


Editor : Abdullah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :