EKSPOSKALTIM, Mahulu - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mahalam Ulu (Mahulu) Novita Bulan menegaskan bahwa pemerintah Mahulu tak ingin tergesa-gesa dalam menciptakan Perusahaan Daerah (Perusda).
Pasalnya kata dia, untuk membangun sebuah Perusda diperlukan kehati-hatian dan perhitungan yang matang. Karena jangan sampai sesudah dibangun, namun pengelolaannya tidak jelas.
“Kita juga tidak tau akan diapakan nantinya perusda ini," tegas Novita, saat ditemui usai Rapat Paripurna di Gedung Logistik Poin, Kampung Ujoh Bilang , Kecamatan Long Bagun, Selasa (8/11) sore.
Dijelaskan lebih lanjut, perhitungan yang matang itu meliputi teknis pengelolaa dan regulasi-regulasi yang mengatur proses pengelolaan. Karena diharapkan, pendirian Perusda nantinya tidak menjadi beban baru bagi daerah.
"Memang harus berdasarkan perencanaan yang matang, jangan sampai Perusda ini kita bangun, dana miliaran sudah kita kucurkan sebagai modal setiap tahunnya, tetapi tidak mampu memberikan konpensasi atau keuntungan kepada daerah, nantinya akan jadi sia-sia," ungkapnya .
Ia beralasan bahwa pertimbangan ini dilakukan karena melihat banyak contoh kasus pengelolaan Perusda yang mandul di daerah lain, tanpa ada keuntungan yang diberikan kepada daerah. Bahkan hanya menjadi beban terhadap daerah dan pemerintahan daerahnya.
"Untuk mewujudkan Perusda ini, kami dari pihak DPRD selalu belajar dari daerah lain yang sudah lebih dulu memiliki Perusda, baik itu pengelolan yang kurang berhasil maupun yang berhasil, sebagai bentuk pengalaman dan pelajaran bagi kami daerah yang baru ini," tutupnya.

