EKSPOSKALTIM, Bontang - Pada 2017 ini, Pemkot Bontang melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat (DSP3M) Bontang, menyediakan anggaran Rp 476 juta untuk santunan kematian.
Anggaran tersebut telah tersalurkan semuanya pada November ini. Meminjam catatan DSP3M Bontang, santunan yang diberikan kepada ahli waris itu terbagi menjadi dua periode. Yakni, periode Januari hingga Mei dan periode Juni sampai November.
Pada periode pertama, ada 256 orang yang telah mendapatkan bantuan kematian tersebut. Sedangkan pada periode kedua, tercatat ada 220 orang. Dengan masing-masing bantuan senilai Rp 1 juta perorang.
Diketahui, dana santunan kematian bersumber dari APBD Kota Bontang.
Baca: Bontang Waspada Banjir, Neni Himbau Masyarakat Lewat Surat Edaran
Namun, ada yang berbeda dalam penyerahan santuanan pada periode kedua. Pemkot Bontang punya trik sendiri untuk menghindari pungutan liar (pungli).
Jika pada periode pertama bantuan kematian diambil langsung oleh para ahli waris di kantor DSP3M Bontang, lain halnya pada periode kedua. Penyerahan santunan periode kedua dilakukan secara serentak di Auditorium 3 Dimensi, Rumah Jabatan Walikota Bontang, Selasa (21/11/2017) lalu.
Bahkan, pada tahap kedua ini, santunan kematian diserahkan langsung oleh Walikota Bontang yang diwakili Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Pemasyarakatan Setda Bontang, Sofiansyah secara simbolis.
“Tujuannya untuk menghindari praktik pungli, jadi kami serahkan langsung yang disaksikan Walikota (Bontang) juga,” kata Kepala DSP3M Kota Bontang, Abdu Safa Muha, beberapa waktu lalu. (adv)
Tonton juga video-video menarik di bawah ini:
VIDEO: Diskominfotik Bontang Dapat Kunjungan dari Komisi Informasi Kaltim
ekspos tv
VIDEO: Ikut Bontang City Expo 2017, Diskominfo Usung Tema Bontang Jago Smart City
ekspos tv
VIDEO: Peringatan Hari Pahlawan ke 72 Berlangsung Khidmat
ekspos tv

