PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Petani Langka Regenerasi, Kepala DKP3: Menjadi Petani Belum Memberikan Daya Tarik

Home Berita Petani Langka Regenerasi ...

 Petani Langka Regenerasi, Kepala DKP3: Menjadi Petani Belum Memberikan Daya Tarik
Regenerasi muda buruh tani di Kota Taman minim. Hal ini sangat disayangkan buruh tani tua. (IST)

EKSPOSKALTIM, Bontang - Buruh tani memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Sebab, pekerjaan petani adalah menghasilkan kebutuhan pokok umat manusia. Seperti padai, sayur dan buah-buahan.

Namun, apa jadinya jika regenerasi buruh tani putus. Hal itu lah yang dikeluhkan oleh petani di Bontang.

Salah seorang buruh tani dari kelompok tani di Kota Taman, mengaku kesulitan mencari “bibit baru” petani. Para pemuda, katanya, lebih suka bekerja di perusahaan besar, ketimbang mencangkul di sawah.

“Mereka lebih bangga bekerja di PKT (Pupuk Kaltim) dan Badak (perusahaan gas alam), dari pada jadi petani,” katanya kepada Ekspos Kaltim, beberapa waktu lalu.

Baca: Anggaran Santunan Kematian Sudah Tersalurkan

Dia menduga, hal itu terjadi karena pekerjaan bercocok tanam tidak memberikan hasil yang menjanjikan. “Mungkin karena pekerjaan bertani itu dianggap tidak memberikan hasil yang banyak, jadi pemuda sekarang sudah enggan untuk jadi petani,” tuturnya.

Hal itu, lanjut dia, sanggat disayangkan. Sebab, jika regenerasi buruh tani sampai putus, akan sangat merugikan, baik merugikan negara maupun masyarakatnya. (IST)

“Kalau sudah tidak ada petani, berarti kebutuhan pangan harus diimpor dari luar. Otomatis harga-harganya akan melambung tinggi,” lanjutnya.

Dia pun berharap, agar pemerintah turun tangan dalam menyelesaikan masalah ini. “Semoga pemerintah bisa mencarikan solusinya,” imbuhnya.

Baca: Bontang Waspada Banjir, Neni Himbau Masyarakat Lewat Surat Edaran

Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Bontang, Aji Erlynawati.

Perempuan berkerudung itu mengatakan, minimnya generasi muda buruh tani bukan hanya terjadi di Bontang, namun semua daerah di Indonesia juga mengalami hal yang sama. “Memang, presentasi petani dari tahun ke tahun selalu menurun,” katanya.

Hal itu terjadi, kata Aji, karena menjadi petani belum memberikan daya tari tersendiri. “Nah, ini yang harus dilakukan kedepannya. Bagaimana menjadikan pekerjaan sebagai petani bisa menjanjikan,” jelas perempuan berkacamata itu.

Namun, terang dia, pemerintah tidak bakal menutup mata akan hal ini. Meningkatkan SDM di sektor pertanian bakal menjadi PR besar bagi pihaknya. “Banyak tantangan kami, yang jelas, saat ini yang harus dilakukan adalah meningkatkan kualitas SDM-nya dulu,” tandasnya. (adv)

Tonton juga video-video menarik di bawah ini:

VIDEO: Cycling Tour Semarakkan Erau Pelas Benua Kota Bontang

ekspos tv

VIDEO: Diskominfotik Bontang Dapat Kunjungan dari Komisi Informasi Kaltim

ekspos tv

VIDEO: Pembukaan Pesta Laut Bontang Kuala 2017

ekspos tv


Editor : Maulana
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :