PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

PEMKOT BONTANG DINILAI KURANG TEGAS TERHADAP BNI LIFE

Home Berita Pemkot Bontang Dinilai Ku ...

PEMKOT BONTANG DINILAI KURANG TEGAS TERHADAP BNI LIFE
Eksposkaltim / Slamet Riyadi

EKSPOSKALTIM, Bontang - Anggota DPRD Kota Bontang kembali menyoroti kinerja BNI Life yang tak kunjung memenuhi janji, dalam menyelesaikan data tabungan PNS sebesar 9,2 miliar yang hingga kini masih tak bertuan. Untuk itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Bontang, Ubayya, mempertanyakan ketegasan pemerintah kota Bontang yang seolah melakukan pembiaran, hingga BNI life terlihat bermain-main dalam menyelesaikan kasus ini.

“Sekarang saya mau tanya, berdasarkan hasil rapat gabungan yang kita lakukan bersama Komisi I dan II beberapa waktu lalu, tentang aktifitas BNI Life yang kita hentikan untuk sementara. Tapi nyatanya apa? Selama 2 bulan terakhir aktifitasnya terus berjalan, masih ada penarikan  terhadap para pegawai,” kata Ubayya, usai melakukan rapat paripurna, di ruang rapat Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD), Jalan Moch Roem, Bontang lestari, Selasa (21/06/2016).

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Bontang, Nursalam, lebih agresif dalam menanggapi persoalan tersebut. Salam menilai hal ini sudah jelas bermasalah, sebab dana Rp 9, 2 miliar hingga saat ini masih molor deadline janjinya. Menurutnya, tinggal ketegasan dari Pemerintah Kota yang ditunggu untuk menyikapi hal tersebut.

“Dalam perjanjian awalkan sudah jelas, kita beri waktu 2 Minggu untuk menemukan data-data tersebut. Jika tidak terealisasi, maka kerjasama kita putuskan. Hal ini perlu ketegasan pemerintah dalam menindak kasus seperti ini, semakin dibiarkan akan terus seperti ini,” kata salam.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Bontang, Neni Moernani mengaku telah berkomunikasi langsung oleh pihak BNI Life. Kata Neni, buah hasil komunikasi yang dilakukan, pihak BNI Life akan mengirimkan orang pusat yang akan berkantor di Bontang, untuk mempermudah dalam interaksi selanjutnya.

“Memang hingga saat ini masih molor, tetapi kita tidak serta merta terburu-buru untuk memutuskan kerjasama yang terbangun beberapa tahun lalu. Kita kaji dulu memorandum of understanding (MOU) seperti apa, inikan menyangkut orang banyak, jangan sampai sebagian besar para pegawai menolak dengan adanya pemutusan kerjasama, lantaran mereka merasakan manfaat dari BNI Life ini,” kata Neni, yang didampingi wakilnya Basri rase.

Neni berharap, bila ada pemutusan kerjasama yang dilakukan,  dan dana yang ada saat ini tidak dapat dikembalikan 100 persen, namun Neni ingin ada Corporate Social Responsibility (CSR) yang mampu dirasakan Kota Bontang.

“Beberapa tahun, apasih sumbangsih yang diberikan terhadap masyarakat hingga saat ini, saya rasa tidak ada. Makanya upaya penyelesaian kasus ini, nanti kita akan minta pendapat seluruh yang terlibat, termasuk seluruh pegawai dengan menyebar kuesioner,” tutupnya. (*)


Editor : Maulana
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :