EKSPOSKALTIM.com, Kutim - Tanggal 24 Februari menjadi peringatan hari Tuberculosis (TBS) se dunia. Di Kutai Timur diperkirakan ad 1.320 penderita TBC, di mana setiap tahunnya terus meningkat. Peringatan hari TBC diharapkan dapat menjadi momen dan mampu bersinergi untuk memperkuat aksi melawan Tuberculosis di Kutai Timur.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim Bahrani mengungkapkan bahwa penderita terus bertambah di setiap tahunnya. Dari kasus 614 pada 2017, bertambah menjadi 718 kasus pada 2018.
Baca juga: Komisi Gabungan DPRD Bontang Desak Pemkot Tuntaskan Perizinan Proyek CPO
"Dari 1320 kasus yang sudah ditemukan, baru separuhnya yang ikut program aktif berobat, sekitar 718 penderita, sisanya masih enggan berobat dan ada yang belum terobati, itu bisa menularkan virusnya kepada orang lain, terutama anggota keluarganya," jelas Bahrani.
TBC dapat dicegah dengan vaksin, namun jika sudah tertular atau terjangkit maka harus ditangani oleg tenaga medis prifesional. Indonesia ada di peringkat kedua sebagai negara dengan kasus TBC terbanyak setelah India.
Bahrani juga menjelaskan TBC penyakit yang menginfeksi paru-paru, TBC bisa menimbulkan batuk darah, demam tinggi hingga kematian. Dan ada dua tahapan, laten dan aktif.
"Jika batuk berkepanjangan disertai demam, nyeri di bagian dada, menggigil, penurunan berat badan, berkeringat di malam hari lebih banyak, hilang selera makan dan cepat lelah, itu pertanda TBC sudah masuk ke tubuh kita, dan segerakan ke dokter," jelasnya.
Baca juga: Kerjasama Trans TV, BPPD Kutim Eksplor Pariwisata Lewat MTMA
"Tahap laten, bakteri sudah masuk ke paru-paru namun belum bisa menular, tapi jika sudah pada tahap aktif, penyakit bisa menular lewat udara," tambahnya.
Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang, dengan banyaknya kasus penderita TBC di Kutim, pemerintah daerah akan mencari solusi bagaimana cara menemukan dan mengobati semua penderita TBC.
"Melalui Dinas Kesehatan dan Puskesmas serta pihak perusahaan akan membuat komitmen multisektoral dalam menangani kasus penderita TBC, jangan sampai jumlah temuan semakin meningkat, terus upayakan untuk berpola hidup sehat," ujar Kasmidi. (adv)

