EKSPOSKALTIM.com, Sangatta - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kutai Timur (Kutim) Asti Mazar menyoroti perlindungan terhadap perempuan dan anak. Hingga kini, praktek kekerasan masih kerap terjadi meskipun dalam data terakhir menunjukkan penurunan di Kutim.
Ia mengingatkan kembali kepada masyarakat bahwa praktek kekerasan terhadap anak bukan hanya terjadi di luar rumah, namun juga bisa terjadi di dalam rumah.
“Ibu-ibu yang masih suka bentak-bentak anak, suka cubit anak-anak, kurang-kurangi yah,” tegas Asti ketika ditemui di ruang kerjannya, Senin (14/5).
Dalam banyak kasus, kekerasan terhadap anak di dalam rumah sering kali tidak terlaporkan. Ketika anak sudah menjadi korban, baru masyarakat mengetahui dan mau melaporkan.
Keributan di dalam rumah yang melibatkan anak seringkali tidak diperhatikan tetangga karena menganggap hal tersebut adalah urusan rumah tangga yang tidak boleh dicampuri.
“Kita harus lebih peduli terhadap anak-anak di sekitar kita,” ungkap legislator dari Partai Golkar ini.
Ia juga tak dapat menyembunyikan kegeramannya terhadap berbagai kasus kekerasan anak.
“Berbagai laporan kasus kejahatan yang menjadikan anak-anak sebagai korban sudah sampai membuat kita muak pada situasi ini. Anak-anak yang seharusnya dilindungi dan dididik dengan maksimal sebagai generasi masa depan, malah berkalang tanah karena kejahatan yang dideritanya. Ini sama sekali tidak bisa lagi dibiarkan,” tuturnya.
“Kita harus segera bertindak. Kita secara bersama-sama bahu membahu harus mewaqafkan diri untuk menjadi para pelindung anak,” tutupnya. (adv)

