EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Rumah singgah Bontang sejak difungsikan akhir 2017 lalu semakin dimaksimalkan penggunaanya.
Tak hanya digunakan merehabilitasi puluhan anak korban ngelem dan penanganan psikologi korban bencana. Kini juga sedang menangani satu orang tua yang tersesat di Kota Bontang.
Baca: Dua Raperda Kaltim Disahkan Jadi Perda
"Saat ini kami sedang menangani satu orang tua, asal Kota Semarang yang tersesat di Bontang," kata Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-P3M) Kota Bontang, Abdu Safa Muha, belum lama ini, Jumat (3/8).
Diceritakannya, orang tua tersebut ditemukan menderita stroke di sekitar area Masjid Baiturrahman, dan akhirnya dirujuk oleh Takmir Masjid Baiturrahman ke rumah singgah Pemkot Bontang.
"Kondisinya stroke, katanya dari Semarang mau ke Banjarmasin, namun salah jalur hingga terlantar ke Kota Bontang," ujarnya.
Baca: Camat Bontang Utara Soroti Parkiran Liar di Ramayana Bontang
Safa menambahkan, saat ini pihaknya tengah memberi sedikit terapi kesehatan untuk mengurangi dampak sakit stroke yang dialami orang tua ini, sembari mencari pihak keluarganya.
Sebagi informasi, rumah singgah ini merupakan rumah singgah pertama yang dimiliki Pemeritah Kota Bontang yang sebelumnya dikerjakan dengan nilai anggaran Rp 177,2 juta dengan menggunakan APBD Perubahan 2017 Kota Bontang.
Rumah singgah ini memiliki fasilitas, sebanyak 25 kamar dengan bentuk berjajar seperti rumah bangsalan dengan masing-masing kamar dilengakpi WC. (adv).
Video Aliansi Kaltim Bersatu Bakal Gelar Aksi Tolak TKA Jilid 2
ekspos tv

