EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang, Aji Erlynawati, mengaku harus bekerja ekstra untuk membina para petani di Bontang.
Pasalnya, jumlah Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Pertanian dari DKP3 terbatas. Petugas PPL Bontang hanya berjumlah 1 orang.
Baca: DKP3 Bontang Salurkan Bantuan Alsistan ke 23 Kelompok Tani
“Kendati tenaga teknis kami terbatas, tapi kami bisa berproduksi cukup baik,” kata Kadis DKP3 Bontang, Aji Erlynawati kepada wartawan saat ditemui usai kegiatan penyerahan bantuan Alat Sistem Pertanian (Alsistan) di Rujab Walikota Bontang, Senin (14/5).
Aji mengatakan, untuk menyiasati kekurangan tenaga ahli di lapangan pihaknya harus mengerahkan sejumlah staf membantu petugas PPL.
Beruntung, pegawai yang diamanahkan dapat membantu peran PPL dalam mensosialiasikan metode tanam.
“Hasilnya cukup memuaskan, karena dengan satu petugas kita bisa tingkatkan hasil panen,” katanya.
Disebutkan, saat ini petani untuk komiditi padi di Bontang mampu memproduksi sekitar 30 ton tiap masa panen. Rata-rata tiap hektare-nya petani mampu menghasilkan 4 ton padi dalam kondisi kering.
Setiap tahunnya hasil panen para petani tumbuh positif. Ini merupakan prestasi mengingat keterbatasan lahan serta minimnya petugas.
Baca: Lewat Community Gathering, PT BadaK Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat Buffer Zone
Tapi kendala tersebut tak menjadi aral bagi para petani untuk meningkatkan hasil produksi mereka.
Pemerintah pun berupaya menyediakan infrastruktur untuk mendorong peningkatan produksi. Seperti tahun lalu, pemerintah membangun irigasi bagi petani di kampung Nyerakat Kiri, Kelurahan Bontang Lestari.
“Kita juga bantu bibit unggul bagi petani serta rutin monitoring di lapangan,” pungkasnya. (adv)
Tonton video menarik di bawah ini:
VIDEO: WIB Gelar Pelatihan Kehumasan dan Keterbukaan Informasi Publik
ekspos tv

