23 September 2021
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

DPRD Kaltim Prihatin Kondisi Wilayah Pesisir Kukar, Minta Diperhatikan


DPRD Kaltim Prihatin Kondisi Wilayah Pesisir Kukar, Minta Diperhatikan
Anggota DPRD Kaltim, Baharuddin Demmu (tengah/baju abu-abu) saat melakukan serap aspirasi dan berdiskusi dengan maayarakat Desa Sepatin, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (5/12). (EKSPOSKaltim/Muslim)

EKSPOSKALTIM, Kukar - Wilayah pesisir Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masih memprihatinkan. Adalah Desa Tani Baru dan Desa Sepatin, Kecamatan Anggana. Wilayah terisolir yang hanya bisa diakses melalui jalur laut, melintasi derasnya sungai mahakam. Infrastruktur dasar belum memadai, di desa yang menjadi lumbung minyak dan gas tersebut; Blok Mahakam.

Hal ini disampaikan oleh Anggota DPRD Kaltim, Baharuddin Demmu saat melakukan serap aspirasi, sebagai rangkaian Reses masa sidang ke-3, Selasa (5/12) lalu.

Menurut Bahar, ada banyak persoalan yang dikeluhkan oleh masyarakat setempat. Selain tidak adanya jaringan komunikasi, mereka juga membutuhkan sarana dan prasarana fasilitas publik yang memadai. Selain itu, persoalan pokok juga berkaitan dengan peningkatan ekonomi.

Baca: DPRD Kaltim Minta Pembangunan Pendidikan Dimaksimalkan

Penduduk di wilayah tersebut, mayoritas adalah sebagai nelayan. Untuk itu, kata dia, pemerintah harus mendukung fasilitas penunjang kegiatan perekonomian masyarakat desa tersebut.

"Ada banyak yang kami serap aspirasi warga. Tapi secara umum persoalan nelayan. Di Desa Sepatin, mereka minta penjemuran hasil tangkap ikan diperbesar untuk menampung hasil-hasil tangkap mereka," ujarnya.

Menurutnya, hal itu menjadi perhatian serius sebab fasilitas penjemuran yang ada belum bisa menampung secara maksimal. "Hal itu yang mendasar, untuk bisa membantu profesi mereka, sebagai penunjang ekonomi desa tersebut," kata Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Selain itu, jelasnya, ancaman abrasi dari dampak ombak juga menghantui warga yang tinggal di daerah pesisir tersebut. Menurut Bahar, masalah ini harus segera diseriusi. “Insya Allah, akan kita perjuangkan memasukkan anggaran untuk mengatasi abrasi ini. Karena, dampak abrasi setiap tahun sangat besar,” sebut dia.

Baca: 15 Raperda Kaltim Masuk Rencana Kerja 2018

Sementara itu, di Desa Tani Baru, masyarakat yang mayoritas berporfesi sebagai nelayan, meminta bantuan pengadaan kapal dan alat tangkap ikan. “Ini juga akan kita perjuangkan untuk masuk dalam Anggaran Perubahan 2018,” jelasnya.

Termasuk jembatan penyeberangan mewarnai usulan warga Desa Tani Baru. Hal ini didasari sulitnya akses antara daerah yang ada di sana. “Mereka ini tinggal di kawasan perairan. Akses penghubung dari rumah ke rumah hanya jembatan. Inilah yang menjadi usulan yeng harus diprioritaskan,” beber Wakil Rakyat dari Dapil Kukar, Kubar, Mahulu ini.

Masalah yang juga disampaikan masyarakat setempat terkait kebutuhan perbaikan tanggul tambak yang kerap terkikis oleh ombak. “Mereka juga meminta dibantu untuk peninggian tanggul tambak. Tentu usulan yang ada ini, akan kita akomodir,” tandas Bahar. (adv)

Tonton juga video-video menarik di bawah ini:

VIDEO: Cycling Tour Semarakkan Erau Pelas Benua Kota Bontang

ekspos tv

VIDEO: Diskominfotik Bontang Dapat Kunjungan dari Komisi Informasi Kaltim

ekspos tv

VIDEO: Pembukaan Pesta Laut Bontang Kuala 2017

ekspos tv

Reporter : Muslim Hidayat    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0