EKSPOSKALTIM, Bontang - Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi Kalimantan Timur, Fuad Asaddin yang ditemui di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Kamis (26/05/2016) menjelaskan program Beras Miskin (Raskin) merupakan salah satu komoditi pangan bagi masyarakat Indonesia, dan juga komoditi strategis bagi pembangunan Nasional.
"Ketergantungan masyarakat terhadap komsumsi beras sangat besar, bahkan beras sangat berperan dalam mempengaruhi kestabilan pembangunan Nasional,” ungkap Fuad, Kamis (26/05/2016).
Fuad mengungkapkan, dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mendukung adanya program raskin tersebut, untuk itu pihaknya akan berusaha dan berupaya agar penyaluran raskin di Kota Bontang bisa tepat sasaran, tepat jumlah, tepat harga, dan tepat waktu pendistribusian, serta tepat kualitas.
“Dapat saya sampaikan, jumlah penerima raskin dari tahun 2014-2016 di Kota Bontang menurun, dengan adanya upaya pemkot Bontang dalam intervensi program penanggulangan kemiskinan. Disamping itu, untuk mengetahui tingkat kesejahteraan Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM), setelah diberikan fasilitas program penanggulangan kemiskinan,” ujarnya.
Fuad mengimbuhkan, dengan adanya Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi (Rakor Monev) penyaluran Raskin Semester 1 ini, ia berharap dapat menyelesaikan hambatan dan tantangan dalam penyaluran raskin di Kalimantan Timur.
“Tim koordinasi raskin pusat, provinsi dan kabupaten kota sampai dengan kecamatan maupun tim distribusi dapat meningkat kinerja. Sehingga komitmen pemerintah terkait pemenuhan kebutuhan pangan bagi masyarakat miskin, mampu mengurangi beban pengeluaran Rumah Tangga Miskin (RTM) dapat terpenuhi,”tutupnya.

