EKSPOSKALTIM, Bontang - Ketua Rukun Tetangga (RT) 14 Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara, Gunawan mengungkapkan realisasi jembatan yang terletak di Jalan Brokoli RT 14 ini dengan menghabiskan dana sebanyak Rp 6,5 miliar itu, dinilai masih kepalang tanggung dan masih perlu dibenahi. Pasalnya kata dia, jembatan yang dikerjakan selama 6 bulan tersebut tak memiliki safety pembatas disisi kanan kirinya.
Akibat tidak adanya pembatas antara jalan dan sungai dijembatan ini, diakui Gunawan kerap mengakibatkan pengunjung terjatuh, yang tiap sore sengaja datang memadati kawasan tersebut untuk mengabadikan suasana sore hari (selfi), dan refreshing sambil menggunakan roda dua dan sepeda.
“Kalau sore, kan disini selalu ramai didatangi warga dari luar Gunung Elai. Sambil datang selfi dan jalan-jalan menggunakan sepeda dan motor. Nah terkadang kalau sudah padat, ada saja yang jatuh kebawah baik itu yang bersepeda atau yang naik motor,” terangnya, saat ditemui Eksposkaltim dilokasi tersebut pagi tadi, Rabu (26/5/2016).
Mirisnya lagi, pembangunan jembatan tersebut sudah mulai retak, dan pengecetan pembatas jalan pun atas inisiatif warga dengan menggunakan dana swadaya warga RT 14 itu sendiri.
“Awalnya kami pikir pembatas dan pengecetan sudah satu paket dengan anggaran sebesar itu, ternyata tidak. Baru beberapa bulan pinggiran jembatannya sudah retak juga pak, terlebih lagi pengecatan kami kumpulkan dari swadaya masyarakat," cetusnya

