EKSPOSKALTIM, Bontang – Dengan tingginya curah hujan di bulan April dan Maret 2016, masyarakat Bontang dihimbau untuk lebih waspada terhadap ancaman bahaya demam berdarah dan lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar.
Pengelola Program Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang, Yusuf Lensa Ahmad mengatakan, dari bulan Januari hingga Mei, angka penderita Demam Berdarah (DBD) meningkat hingga 188 orang.
"Dari bulan Januari sampai Mei saat ini 188 orang yang terkena DBD. Seperti tahun lalu, biasanya di bulan Mei sudah turun, tetapi di bulan April 2016 sudah naik lagi, bisa dipastikan bulan Desember akan meningkat menjadi 231 orang," ujarnya, saat ditemui di kantornya, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, Kamis (26/05/16).
Ia menambahkan, meningkatnya penderita DBD dikarenakan pengaruh curah hujan yang meningkat di bulan April dan Mei tahun ini.
“Pengaruh dari curah hujan yang tiba-tiba meninggi di bulan April dan Mei, yang menyebabkan angka gejala DBD meningkat, biasanya tahun lalu di bulan April dan Mei curah hujan tidak meninggi,” urainya.
Yusuf juga menjelaskan, dalam menanggulangi hal itu, tiap 3 bulan sekali pihaknya mengadakan pemantauan jentik secara berkala.
"Teman-teman di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) melakukan pemantauan jentik di rumah-rumah warga. Selain itu kami juga melakukan Fogging guna membunuh nyamuk-nyamuk dewasanya saja. Tetapi jentik-jentiknya sendiri belum mati," tuturnya.
Dinkes Kota Bontang menghimbau kepada seluruh warga Kota Bontang untuk selalu menerapkan 3M, yakni menutup, menguras, dan menimbun tempat penampungan air serta botol-botol bekas.
Untuk mengefektifkan dan mengoptimalkan upaya memberantas jentik nyamuk, masyarakat pun disarankan menaburi tempat penampungan air dengan obat Abate.
"Obat Abate itu sendiri bisa di dapat di puskesmas-puskesmas terdekat secara gratis,” pungkasnya.

