EKSPOSKALTIM, Bontang – Keberadaan tenaga kerja yang memiliki keahlian khusus dalam rigging masih terbilang langka.
Untuk itu, bekerja sama dengan LSP PPT Migas, Badak LNG dengan menggelar Sertifikasi Rigger, Selasa (3/9) pagi. Sebanyak 40 peserta hadir memenuhi Gedung Badak Learning Center.
35 peserta yang disertifikasi berasal dari Ikatan Pekerja Rigger dan Operator Crane (IPORC) Bontang. Sedangkan, 5 di antaranya mitra kerja Maintenance Department.
Dalam sertifikasi operator pesawat angkat (rigger) ini dipandu oleh empat instruktur mumpuni. Mereka sengaja didatangkan jauh-jauh dari Cepu, Jawa Tengah.
Director dan COO Badak LNG Yhenda Permana mengatakan sertifikasi rigger ini perdana yang digelar di Kota Taman, sebutan Bontang.
“Para pekerja rigger yang telah mumpuni biasanya berkerja di berbagai tempat, bahkan sampai luar negeri. Saya ingatkan jika sudah seperti itu jangan lupa kontribusinya saat kembali ke Bontang,” jelasnya.
Sertifikasi rigger, kata Yhenda, sebagai lanjutan dari sertifikasi juru las atau welder pada 2009 silam.
Pelatihan akan digelar selama tiga hari berturut-turut. Para peserta akan dihadapkan dengan ujian teori tertulis, lisan wawancara dan praktik.
Materi dan keterampilan lanjutan yang diberikan sendiri mulai dari memeriksa dan menguji peralatan rigging.
Di Bontang data IPORC mencatat baru terdapat 168 tenaga kerja professional yang memiliki skill dan keahlian khusus di bidang rigging.
Sertifikasi penting dilakukan guna meningkatkan efisieni, produktifitas, dan khususnya menjamin keselamatan kerja.

