19 Juni 2019
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Perusuh Nobar G30S/PKI di Kutim Diduga Sakit Jiwa


Perusuh Nobar G30S/PKI di Kutim Diduga Sakit Jiwa
Muhammad Zaini, pemuda berusia 17 tahun, warga Jalan Munthe, Sangatta Utara diduga sakit jiwa. Ekspos Kaltim/Arsyad

EKSPOSKALTIM, Sangatta - Aparat TNI berhasil mengamankan seorang perusuh pada nonton bareng film G30S/PKI di Gedung Serbaguna Bukit Pelangi, Kamis (28/9) siang tadi.

Dia adalah Muhammad Zaini, pemuda berusia 17 tahun, warga Jalan Munthe, Sangatta Utara. 

Ia membuat ratusan penonton berhamburan keluar dari gedung setelah mengibarkan sebuah bendera yang belakangan diketahui berlogo Pemkab Kutim. 

Sejauh ini belum diketahui motif dari aksi di saat pemutaran film memasuki adegan penculikan para jenderal itu. 

Aksi yang dilakukan mulanya tak membuat penonton ketakutan. Dentuman dari gong yang ditendang Zaini tepat di samping layar lebar yang membuat para penonton yang terdiri dari masyarakat umum, pejabat, hingga pelajar terhenyak kaget. 

Setelah melakukan ulah itu Zaini langsung diamankan petugas dalam waktu kurang lebih 10 menit. Hingga kini pelaku diamankan di Kodim 0909/SGT untuk dibina. 

Mengenai indikasi Zaini pro PKI, Komandan Lanal Sangatta Letkol Laut (P) Mulyan Budiarta masih belum berani memastikan.

"Sudah diamankan. Dan ternyata anak ini (Zaini) baru keluar dari rumah sakit jiwa (RSJ) di Samarinda. Mungkin karena faktor traumanya melihat peristiwa-peristiwa begini, jadi dia tergugah," ucapnya.

Baca: Nobar G30S/PKI di Kutim, Ratusan Penonton Berhamburan Keluar

Film sejarah G30S/PKI diketahui ditonton ratusan warga Sangatta yang mulai diputar pukul 9 sampai pukul 2 siang. 

Sementara itu, seorang pelajar sekolah menengah atas (SMA), Indah Dwi Anjani mengaku sangat menikmati pemutaran film yang berdurasi kurang lebih 3 jam tersebut.

"Saya kira tadi ada pertunjukan apa gitu, karena bawa-bawa bendera. Tahunya langsung bikin penonton berlarian keluar. Tapi saya tetap fokus aja nontonya," katanya sembari tersenyum.

Ia mengatakan penting baginya bisa melihat sejarah Indonesia pada saat PKI ingin merebut kekuasaan. 

Reporter : Arsyad    Editor : Fariz Fadhillah

Apa Reaksi Anda ?

63%0%13%0%0%0%13%13%


Comments

comments


Komentar: 0