EKSPOSKALTIM, Mahulu – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) merayakan Hari Anak Nasional dengan menggelar lomba di Kecamatan Long Pahangai. Hampir semua anak-anak Long Pahangai larut dalam lomba tersebut.
Kabid Pendidikan Non Formal (KPNF) Disdikbud Mahulu Markus Wan mengatakan, merayakan Hari Anak Nasional di Long Pahangai, pihaknya menggelar lomba melukis, fashion show busana, menari serta bernyanyi. Lomba tersebut di gelar pada 7 sampai 8 Agustus 2017.
“Pesertanya kami ambil dari murid-murid di Play Group dan TK. Total ada sekitar 80 lebih anak-anak yang ikut berpartisipasi. Semaunya sangat antusias,” kata pria berkacamata itu kepada media ini, Senin (14/8).
Hadiahnya, dia melanjutkan, pihaknya telah memberikan uang pembinaan, sertifikat, piala dan bingkisan kepada masing-masing pemenang.
“Bingkisannya berupa perlengkapan sekolah. Seperti buku, alat-alat tulis hingga seragam sekolah,” lanjut mantan Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum PU itu.
Namun, tidak semua anak-anak di Long Pahangai bisa merayakan semarak Hari Anak Nasional. Dari 12 Play Group dan TK yang tersebear di Long Pahangai, hanya 9 yang ikut berpartisipasi dalam lomba tersebut. Markus menjelaskan, ada tiga Play Group atau TK berada jauh dari lokasi acara. Jadi, sangat tidak memungkinkan bagi Play Group atau TK tersebut untuk ikut serta dalam kegiatan ini.
Hal itu pun sangat disayangkan Markus. Sebab, menurutnya, Hari Anak Nasional seharusnya menjadi momentum bagi seluruh anak-anak di seluruh pelosok negeri untuk bersuka cita.
“Kami membuat acara ini untuk menumbuhkan semangat belajar bagi anak-anak. Agar anak-anak bisa saling berkompetisi. Tapi tidak semuanya bisa ikut,” jelasnya dengan nada kecewa.
Selain itu, dia juga menyayangkan, tidak semua kecamatan di Mahulu merayakan Hari Anak Nasional. Kata Markus, setiap tahunnya hanya satu kecamatan di Mahulu yang merayakan Hari Anak Nasional.
Harga-harga yang mahal di Mahulu menjadi penyebabnya. Pada kegiatan Hari Anak Nasional di Long Pahangai, dia memaparkan, telah menghabiskan dana sekira Rp175 juta. Sedangkan anggaran yang dimiliki Disdikbud Mahulu sangat minim.
“Kami (Disdikbud Mahulu, Red) mau ketemu tim anggaran BPBD Mahulu untuk membicarakan soal ini. Mudah-mudahan tahun depan lima kecamatan di Mahulu bisa merayakan Hari Anak Nasional. Minimal tiga kecamatan-lah,” tandasnya. (adv)

