EKSPOSKALTIM, Mahulu- Kemampuan keuangan daerah yang terus menurun setiap tahunnya membuat pentas seni (pensi) 2018 di Kabupaten Mahakam Ulu terancam tak terealisasi.
Pensi, salah satu upaya dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) untuk mendekatkan unsur kebudayaan kepada generasi muda.
"Ya lagi-lagi karena kondisi keuangan. Sehingga kegiatan itu termasuk kegiatan kebudayaan kita tidak terakomodir," ucap Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Heronimus Riyang, saat ditemui di kantornya, Jalan Poros Ujoh Bilang-Long Bagun, Jum'at (4/8).
Pensi, menurut dia terobosan pendekatan kebudayaan untuk mengantisipasi masuknya pengaruh perkembangan teknologi.
Ia mengatakan acara ini digelar setiap tahunnya, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Menengah Atas (SMA).
"Untuk menyikapi ini kita coba terobosan lain dengan komunikasi ke Disdikbud pusat, apa-apa saja kegiatan kebudayaan di sana yang sekiranya bisa melibatkan pemerintah daerah," ucapnya.
Pihaknya juga akan terus berupaya merancang berbagai cara untuk terus mendekatkan budaya tersebut terhadap generasi muda, salah satunya menjadikan budaya ini menjadi muatan lokal.
Ia berharap pemerintah mengalokasikan anggaran yang lebih tinggi. Agar kegiatan-kegiatan seperti kebudayaan dapat terakomodir dan terlaksana.
"Pemerintah ataupun DPRD di Mahulu sekiranya bisa membantu ke pusat mungkin lebih terdengar suaranya untuk kegiatan kebudayaan kita," pintanya. (adv)

