23 September 2021
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Empat Ribu Lebih Warga Bontang Belum Kebagian e-KTP


Empat Ribu Lebih Warga Bontang Belum Kebagian e-KTP
Asrul Sani saat ditemui di kantornya, Jalan Awang Long, Bontang Utara, Kamis (13/7).

EKSPOSKALTIM, Bontang- Ribut-ribut soal kasus proyek Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP), ternyata tidak berpengaruh pada penerbitan e-KTP di Bontang.

Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bontang Asrul Sani memastikan proyek senilai Rp 5,9 triliun itu tetap berjalan sesuai dengan konsep awalnya.

Asrul menuturkan, jika konsep e-KTP terbilang cukup bagus. Bahkan, dia berani mengatakan, jika e-KTP Indonesia lebih baik dari pada kartu identitas milik beberapa negara di Asia Tenggara.

Oleh karena itu, meski proyek e-KTP tengah menjadi sorotan lantaran merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun, hal itu tidak akan berpengaruh pada penerbitan e-KTP di Bontang.

“e-KTP itu komplit. Mulai dari data sidik jari hingga data retina mata, semua terekam di e-KTP. Punya kita (e-KTP, Red) lebih baik dari pada Malaysia, Thailand bahkan Singapura,” ,” katanya, ketika ditemui di kantornya, Kamis (13/7).

Meski konsep e-KTP dinilainya bagus, namun pendistribusian e-KTP tidak lah mulus. Dari data yang dihimpun Disdukcapil Bontang sejak 2011 hingga 2017, ada 4.427 lebih perekaman dengan status Print Ready Record (RPP), atau warga yang sudah melakukan perekaman e-KTP, namun belum mendapatkan e-KTP.

Menurut Asrul, hal itu terjadi lantara blangko e-KTP yang diberikan oleh pemerintah pusat terbilang sangat sedikit. Dia mencontohkan pembagian blangko pada 2016 yang hanya kebagian sekira 500 belangko. Padahal, saat itu ada 5.000 lebih RPP. 

“Saat dikasih 500 blangko kami tolak. Karena sangat jauh dari target. Barulah kami dikasih 1.000 blangko,” tuturnya.

Namun begitu, pria berperawakan kurus itu meminta, agar warga Bontang tidak perlu cemas. Sebab, pendistribusian e-KTP akan rampung pada 2018. Mengingat instruksi presiden yang menginginkan pada pemilu 2019, pencoblos wajib membawa e-KTP.

“Ini PR kami. Kami menargetkan tahun depan semua warga Bontang sudah memegang e-KTP,” ujarnya.

Diapun berharap, warga yang belum melakukan perekaman e-KTP, agar segera melakukan perekaman. Sebab, hal itu bisa menjadi kerugian untuk warga sendiri jika tidak memiliki e-KTP.

“Sekalipun lagi terbaling sakit di rumah, kami akan usahkan untuk datang. Yang penting ngelapor kepada kami,” tukasnya.

Reporter : Surya Aditya    Editor : Benny Oktaryanto

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0